Tampilkan postingan dengan label Cuap-cuap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cuap-cuap. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Agustus 2014

Waktu Anugerah Tuhan


Liburan semester ini aku pulang ke Manado, ke rumah. Sangat menyenangkan karena akhirnya bisa ketemu keluarga, teman-teman, makan makanan Minahasa hehe… kumpul lagi dengan komunitas aku dan teman-teman sepelayanan aku. Pokoknya liburan ini aku puas-puasin jalan-jalan dan ketemu dengan keluarga dan teman-temanku.

Liburan ini juga jadi ajang balas dendam buat jatah tidur aku,hehehe… Yah tahulah kalo kuliah itu gimana. Semester kemarin sangat padat dan hectic, sampe-sampe aku nggak baca buku lain selain Farmakope dan buku teks kuliah, jam tidur berkurang drastic, dan sebagainya wkwkwk…

Liburan ini, aku tiap hari bangunnya telat, dan tidurnya juga telat. 
Dan pada akhirnya, SaTe aku jadi siang, gak konsen, terus melakukan hal-hal lainnya juga jadi telat dan seringnya I’m doing nothing. Masak sekedarnya, doing house chores sekedarnya, dan jadi malas ngapa-ngapain.

Dan di saat Tuhan mulai negur, aku seringnya melakukan ‘pembelaan’ alias pembenaran diri.
Ini liburan, aku butuh refreshing dari semester lalu yang bikin pusing, kenapa aku nggak bisa mendapatkan jatah buat tidur extra 3-4 jam? Toh aku juga nggak kayak temen-temen yang lain, yang kalo libur bangunnya bisa jam 12 ato 1 siang? Toh aku tetap ngerjain pekerjaan rumah,masak, nyapu, ngepel, nyuci dan lain-lain? Toh aku juga tetap datang ke ibadah/persekutuan?

Well, bermalas-malasan itu memang enaknya tiada taranya, hehehe… dan tanpa aku sadari itu sangat mengecewakan Tuhan. Tuhan nggak mau anak-Nya malas dan menghabiskan waktu dengan percuma. 
Puji Tuhan, aku diingatkan Tuhan soal dosa ‘kemalasan’ ini dan betapa Ia tidak menyukainya.

Banyak ayat dalam kitab Amsal yang berbicara tentang kemalasan.
“ Si pemalas mencelup tangannya ke dalam pinggan, tetapi tidak juga mengembalikannya ke mulut,”
(Amsal 19:24)

“ Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya, sudah menjadi saudara dari si perusak,”
(Amsal 18:9)

“ Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak,….. Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring,”
(Amsal 6:6;9-10)

“Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa,” (Amsal 12:24)

“Hati si pemalas penuh keinginan tapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan,”
(Amsal 13:4)

“Jalan si pemalas seperti pagar duri, tetapi jalan orang jujur adalah rata,” (Amsal 15:19)

Dan masih banyak lagi ayat-ayat Alkitab yang berbicara soal kemalasan.
Jelas sekali kalau Tuhan tidak menyukai kemalasan, dan kemalasan mengakibatkan kemalangan dan kesusahan.
Aku akhirnya sadar bahwa liburan bukan alasan untuk bermalas-malasan. Memang, liburan itu waktunya kita refreshing, senang-senang, tapi aku belajar bahwa waktu liburan itu bukan untuk bermalas-malasan.
Meski libur, aku tetap harus bangun jam 5 pagi untuk Saat Teduh, dan karena liburan waktu nge-date bareng Tuhan harusnya lebih panjang hehehe.
Meski libur aku tetap harus punya planning tentang apa yang harus aku kerjakan hari itu atau selama waktu liburan. Hmm, tanpa sadar kita sudah terpengaruh sama lagunya Bruno Mars yang judulnya “Lazy Song”…lagu malas yang malas ngapa-ngapain,pengen tidur-tiduran aja seharian, nggak ngapa-ngapain.

Aku akhirnya tetap bikin jadwal selama aku libur. Yah misalnya, setelah Saat Teduh, aku beres-beres rumah, masak, baru setelah itu aku jalan-jalan sampai jam tertentu, sorenya pulang dan bantuin Mama didapur, terus malamnya aku pergi ke ibadah. Aku juga menetapkan untuk tidur jam 11 malam,paling lambat. Mungkin kayaknya ‘nggak seru’ banget yah, liburan kok tidurnya jam 11 malam hahaha… tapi aku tahu aku nggak bakal bisa bangun pagi kalo tidur lewat tengah malam. Daripada aku menyesali besoknya aku bangun telat, mending aku tidurnya lebih awal meskipun aku ngorbanin untuk gak nonton acara atau film yang aku suka.
Terus, karena banyak yang ngajak jalan-jalan, semuanya pada kangen sama aku soalnya ,haha… *GR mode on :p. 
Aku juga jadi nyusun jadwal jalan-jalan, biar adil, aku bisa jalan sama semua sodara dan temen-temen aku, juga bisa pergi ke semua tempat yang aku inginkan, hohoho…

Satu hal yang kini aku garisbawahi plus di-bold,hehe…adalah betapa Tuhan tidak menyukai kemalasan, dan aku sedih,nyesel ketika ngebayangin Tuhan manyun atau cemberut kali ya? ngeliat aku yang tidur sampe jam 9, duduk-duduk doang nonton TV sambil ngemil.

Waktu yang aku sia-siakan buat bermalas-malasan itu bisa aku gunakan buat hal yang lebih berguna. Dan salah satu alasan kenapa Tuhan tidak menyukai kemalasan, karena waktu itu adalah anugerah-Nya buat kita.
Setiap detik waktu yang kita lalui adalah waktu anugerah Tuhan. Pemberian Tuhan yang tentunya sangat berharga. Tentu saja Tuhan gak mau waktu anugerah yang Ia berikan itu kita gunakan untuk ongkang-ongkang kaki gak jelas.

Aku ditegur Tuhan lewat lagu ini :
PAKAILAH WAKTU ANUG'RAH TUHANMU
Pakailah waktu anug’rah Tuhanmu, hidupmu singkat bagaikan kembang
Mana benda yang kekal di hidupmu, hanyalah kasih tak akan lekang
Tiada yang baka di dalam dunia, semua yang indah pun akan lenyap
Namun kasih-Mu demi Tuhan Yesus, sungguh bernilai dan tinggal tetap
          Janganlah sia-siakan waktumu, hibur dan tolonglah yang berkeluh
          Biarlah lampumu t’rus bercahaya, muliakanlah Tuhan di hidupmu
          Tiada yang baka di dalam dunia, semua yang indah pun akan lenyap
           Namun kasih-Mu demi Tuhan Yesus, sungguh bernilai dan tinggal tetap
(NKB 211. Pakailah waktu Anug’rah Tuhanmu)

Jangan sia-siakan waktu anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita. Pergunakan waktu yang kita miliki dengan sebaik-baiknya, bukan untuk memenuhi keinginan kita tapi marilah kita berusaha menggunakan waktu yang ada untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan hati Tuhan Yesus, Sang Pemberi Anugerah tersebut.



Favor


Tuhan Yesus sungguh baik. Nggak terasa 2 semester telah berlalu. 
Ujian akhir semesterku berakhir dengan matkul favoritku (karena dosennya sih) Teksol, hehehe…
Apa yang bisa kuceritakan tentang semester yang telah lewat?

Mungkin satu kata.

Favor

Aku betul-betul merasakan kemurahan Tuhan di semester ini dan hal itu luar biasa.

Meskipun aku tahu kalau kemurahan Tuhan itu selalu ada,nyata di setiap detik kehidupan anak-anak-Nya. Aku ingin menulis tentang beberapa hal yang menurut aku merupakan kemurahan Tuhan dalam hidup aku selama semester yang baru lewat,hehehe...

1. Praktikum
Sebenarnya pas awal semester aku mengalami fase galau, hehe… melihat KHS aku masih ada 6 praktikum yang harus aku ambil dan 5 di antaranya ada di semester ini dan setelah aku nanya, ternyata maksimal hanya bisa ngambil 3 praktikum dan itu pun pasti ‘babak belur’ saking padat dan capeknya praktikum itu. 
Sebagai orang yang pengen cepat-cepat lulus haha… aku kecewa. 
Aku pasrah hanya bisa ngambil 3 praktikum dan ya sudahlah… gak apa-apa kali yah menjalani 2 praktikum sambil nyusun skripsi di semester genap depan.

Tapi Tuhan itu baiikkkk dan pemurah hehehe… aku bisa ngambil 5 praktikum semester ini oleh Kaprodi. Aku benar-benar kaget dan gak nyangka, kok bisa ya?? Walaupun banyak orang yang menganggap aku gak bakal mampu, bakal keteteran, dan jujur itu sempat aku membuat aku ‘down’, tapi aku punya keyakinan bahwa gak ada satu pun yang kebetulan di dunia, everything in God’s control dan kalau atas His favor aku bisa ngambil 5 praktikum, maka Ia juga yang akan memberikan aku kemampuan, kekuatan untuk menjalani itu semua.

Ada saatnya aku capek banget tapi harus nulis jurnal, belajar, bikin tugas, ngapalin materi dan…mengeluh pada Tuhan. Gara-gara ngambil 5 praktikum juga aku harus kejar-kejaran waktu saat kuliah, dan ada 3 hari dalam seminggu aku nggak bisa makan siang karena abis kuliah teori, masuk praktikum, dan langsung kuliah teori lagi. 
Capek? Banget. 
Pengen ngeluh? Banget. 
Ngerasa self-pity? Sering,hehe…

Tapi syukur di saat itu aku ditegur bahwa aku harus tetap mengucap syukur atas apa yang Tuhan berikan padaku.
Aku bisa melaluinya dengan pertolongan dari Tuhan. So far, udah 3 praktikum yang lulus, yang sisanya belum keluar nilainya. Mudah-mudahan saja lulus haha.

2. Persekutuan Jumat
Salah satu pergumulan yang aku alami selama kuliah di Jakarta adalah “saudara seiman”. Aku berdoa tiap hari agar Tuhan ngasih aku saudara-saudari seiman agar aku bisa bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus. Tuhan menjawab doaku pada semester ini.
Kost-ku sekarang isinya orang Manado semua,hehe…dan puji Tuhan, kami bisa bikin persekutuan tiap Jumat malam. Bukan hanya anak-anak kost aku, tapi juga bareng anak-anak APP yang beragama Kristen, jumlah kami ada 15 orang. Bagiku ini amazing banget! Kami mengadakan ibadah dan sharing Firman Tuhan tiap Jumat malam dan tempatnya bergantian, di kost aku atau di kost anak-anak APP.
Selain makin eager dalam Firman Tuhan, persekutuan ini juga merupakan ‘ladang baru’ buatku dari Tuhan. Aku sadar bahwa Ia ingin aku melayani-Nya di persekutuan ini. Kini ‘ladang’ku bukan lagi anak-anak remaja tapi adik-adik aku (karena aku yang paling tua :p) yang di persekutuan Jumat ini. Aku ingin agar semua yang ikut persekutuan Jumat ini tambah dekat dengan Tuhan dan bertumbuh imannya pada Yesus Kristus. Sekarang yang aku layani adalah anak-anak kuliahan, dari beragam suku ada dari Minahasa, Batak, Ternate, Ambon, Papua dan Flores.
Serunya lagi, kami membuat grup vocal yang punya komitmen untuk ngisi puji-pujian di gereja setiap bulannya. Kami latihan 2 kali seminggu di kost aku.
Penyertaan dan kemurahan Tuhan nyata banget bagi kami. Bapak dan ibu kost aku gak marah atau complain, meskipun mereka berbeda agama dengan kami. Mereka pun mengizinkan kami untuk latihan lagu rohani di kost dan menyelenggarakan ibadah di kost.

3. Bisa merasakan masakan Minahasa
Beberapa bulan yang lalu, 3 orang temanku pindah ke kost aku, Lhi, Rio dan Hendra dan ketiganya orang Manado. Kebetulan banget Hendra sama Rio pinter masak, kita yang cewek aja gak bisa masak, tapi kemampuan mereka udah setara koki hehe. Setelah hampir setahun gak makan masakan Minahasa,gara-gara ada mereka berdua bisa ngerasain lagi yang namanya ayam woku belanga, b2 kecap, b2 garo, cakalang fufu sous, kola pisang, tinutuan, pisang goreng + dabu-dabu roa hehe. Thanks a lot, guys!!! 
Dan gara-gara mereka juga, aku jadi belajar masak, hahaha…
Salah satu daftar di 10 Things Before 30 aku adalah :
Bisa masak dan doing house chores. House chores udah bisa lah ya, hidup sebagai anak kost juga sudah ngajarin aku melakukan house chores sendiri ^^. Masak nih yang agak susah, karena sering malas (ngaku sendiri ^^v)
Aku akhirnya mulai bisa masak, meskipun masih yang sederhana-sederhana dan seringnya sih kepedesan, :p. Partner masak aku itu Made… kita selalu masak bareng ^^. Aku jadi tahu bikin ayam woku belanga, sayur cah (gampang banget ternyata), sup, bakso tahu, tinutuan (bubur Manado) dan segala macam variasi ‘sous’ (kalo di Jawa, namanya balado). 

Sebenarnya kalo bicara tentang Favor nggak akan ada habis-habisnya, karena kasih karunia dan kemurahan Tuhan itu selalu ada, hadir dan nyata dalam kehidupan anak-anak-Nya. Keselamatan yang kita peroleh adalah kemurahan Tuhan semata. Kalau aku bisa hidup sampai sekarang, nafas kehidupan serta kesehatan yang aku miliki, itu hanya karena kemurahan Tuhan.
Segala sesuatu yang aku miliki sekarang adalah bukti kemurahan Tuhan dalam hidup aku. Dan aku akhirnya belajar untuk melihat ‘lebih’ dari sekedar berkat-berkat-Nya. Kemurahan Tuhan nyata bukan hanya dari doa yang terjawab atau kelimpahan berkat tapi juga dari penyertaanNya dalam setiap langkah kehidupanku.
Orang-orang yang mengasihi aku, merindukan aku (hahaha…) dan senantiasa mendoakan aku juga merupakan salah satu “Favor” yang Tuhan berikan padaku. Buat semua yang selalu ngasih aku semangat dan mendoakan aku, makasih banyak, kalian gak tau betapa berharganya itu semua buat aku ^^. Kalian adalah perpanjangan tangan Tuhan dalam hidupku.
Semester yang berat dan hectic ini telah berakhir dan ketika mengingat kembali hari-hari yang telah lewat, aku sadar bahwa tanpa kekuatan Tuhan aku nggak mungkin bisa melewati hari-hari itu. Mengingat semua kasih dan kemurahan-Nya membuat aku bangga, bersyukur, dan merasa beruntung banget punya Allah yang luar biasa.

“ Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu,” (Ratapan 3:23)



Senin, 03 Februari 2014

FIGURA

Figura yang saya maksud disini bukan figura tempat lukisan atau foto, tapi nama sebuah tradisi di masyarakat Sulawesi Utara.  Penduduk asli Kota Manado datang dari beberapa sub etnis Minahasa dan lainnya. Mereka mendiami wilayah yang bersinggungan langsung dengan Teluk Manado ini sejak abad 16 (1500-an Masehi). Salah satu di antaranya masyarakat Suku Borgo, yakni keturunan peranakan Indo-Eropa.
Etnis Borgo merupakan keturunan dari pendatang dari berbagai bangsa Eropa di antaranya Portugis, Spanyol, Belanda, Prancis, Jerman yang kawin dengan bangsa Minahasa dan sekitarnya. Ada begitu banyak budaya Borgo yang masih dipegang oleh warga satu diantaranya figura. 


Figura merupakan bagian acara 'kunci taong'. "Kunci taong" atau "kuncikan" maksudnya mengunci (menutup) tahun yang telah lalu. Tradisi ini sudah digelar sejak beberapa puluh tahun silam. Tradisi ini dibilang unik lantaran pria memakai pakaian wanita dan wanita memakai pakaian pria. Atau, bisa juga aneka kostum yang unik nan menari. Beberapa peserta dari parade ini membawa alat musik seperti gitar, jug atau ukulele, tambor, biola untuk mengantar peserta figura yang berpakaian 'aneh' tersebut. Masyarakat Borgo yang juga berada di Kampung Kakas dan Tokambene setiap tahunnya menggelar tradisi ini. Karena tradisi ini dilakukan untuk 'kunci taong' atau 'kuncikan' maka kegiatan ini dilakukan di minggu terakhir bulan Januari atau tanggal 31 Januari.

Borgo berasal dari kata 'Burgers' (baca: Berhers) yang diambil dalam Bahasa Belanda yang berarti 'warga bebas' atau 'orang yang dibebaskan'. Di Manado etnis Borgo tersebar seperti di Kampung Kakas, Kampung Tokambene, Kampung Pondol, Kampung Komo, dan Kampung Kodo. Ada juga tersebar di Kampung Mahakeret dan Sindulang. Sampai sekarang etnis Borgo masih melestarikan budaya nenek moyangnya seperti acara kunci taong (pesta perpisahan tahun lama ke tahun baru). Selain Manado, etnis Borgo juga tercatat tersebar di daerah lainnya di Sulut seperti Kema, Tanawangko, Amurang, Belang, dan Likupang. 

Tradisi pergantian tahun ini berasal dari bangsa Portugis yang diadakan untuk mengungkapkan rasa syukur pergantian tahun dan merekatkan tali persaudaraan Sementara figura merupakan bentuk 'pesta' dengan menyanyi sambil diringi alat musik tradisional sambil mengunjungi rumah-rumah warga. 

Sumber : Fanpage MANADO (https://www.facebook.com/orangmanado)

Meskipun ini tradisi etnis Borgo, tapi bukan hanya desa-desa yang ditinggali warga Borgo yang melakukan figura, tapi kebanyakan desa di Minahasa dan kota Manado pun selalu melaksanakan tradisi ini tiap akhir Januari.

Hmm, jadi kangen Manado :'(
Tradisi Figura ini unik banget dan benar-benar lucu. Aku juga sering ikut hehehe... Pernah dandan jadi kucing, ibu-ibu kantoran 'menor', dan bagian nyanyi-nyanyi.
Biasanya yang didandani 'parah' itu cowok-cowok atau bapak-bapak,hahaha... 
Berikut aku mau share foto Figura yang pernah diadakan Komisi Remaja di gereja aku ^^




Source : FanPage MANADO 


(ada Syahrini-nya...:D)
Source : wisata.kompasiana.com


(Percaya gak... ini bapak2 loh semuanya :DDD. Pinjam baju isterinya kali yah?)
 Source : from here


Tradisi Figura ini adalah tradisi yang harus dijaga, dipelihara, dan jangan sampai hilang atau bahkan diambil oleh negara lain hehehe....
Syukurlah anak-anak muda di lingkungan tempat tinggal aku 'nggak malu' dan selalu semangat tiap figura, meskipun sebenarnya malunya bukan main kalo didandanin aneh-aneh terus jalan keliling kompleks,wkwkwk...

Love Manado, Love North Celebes, Love my country Indonesia...

God bless,,

Jumat, 26 Juli 2013

Wisdom in Book "Youth Adagio"

Wisdom In Book Youth Adagio

Judul Buku                          : Youth Adagio
Pengarang                          : Alberta Natasia Adji
Kategori Buku                    : Novel
Penerbit                              : Lingua Kata, 2013

Saya membaca buku ini di bulan Mei 2013. Alasan saya membeli novel ini sebenarnya karena judulnya. Ada kata Adagio, yang merupakan salah satu istilah music, yang saya sukai.
Novel ini bercerita tentang seorang siswi SMA jurusan music yang bernama Kana Hyuuga. Ia sangat menyukai piano dan bercita-cita untuk menjadi pianis professional juga belajar di Conservatoire Paris. Hana sangat mencintai bermain piano dan berbakat, namun sayangnya ia selalu saja gagal ketika mengikuti kompetisi piano. Walaupun ia sudah berusaha semaksimal mungkin, tetap saja ia gagal. Hal itu diperburuk dengan salah satu teman sekolahnya, Hino. Hino yang sangat berbakat bermain piano dan selalu menjuarai kompetisi piano, selalu mengejek dan merendahkan Hana. Hal itu membuat Hana selalu merasa tertekan baik di sekolah maupun saat mengikuti kompetisi piano.
Hana kemudian bertemu dengan Nagano, pegawai toko kue di samping rumahnya. Nagano punya mimpi untuk menjadi patiserrie terkenal. Mereka berdua akhirnya dekat, namun Hana kembali mengalami kekecewaan karena Nagano ternyata punya hubungan masa lalu dengan Hino.
Hana merasa kalah dan tidak cukup baik. Ia merasa hidupnya selalu diperhadapkan pada hal yang sulit. Sekuat dan sekeras apapun ia berusaha, ia tetap saja tidak gagal. Keinginannya yang kuat untuk menggapai mimpinya membuatnya menjadi gadis yang mudah emosi, cepat tawar hati dan kadang tidak bersyukur dengan apa yang ia miliki saat ini, seperti orangtua dan sahabat juga guru yang perhatian dan sayang padanya. Fokus hidupnya hanyalah pada pencapaian mimpinya, sehingga ketika segala sesuatu tidak berjalan seperti yang ia inginkan, ia menjadi sangat sedih dan mencap diri sendiri sebagai orang yang gagal.

Hikmat yang aku dapat setelah membaca buku ini :
1.       Mengucap syukur
Saking fokusnya untuk mewujudkan mimpinya, Hana nyaris tidak melihat perhatian juga cinta dari orang tua, sahabat, dan gurunya. Ia juga nyaris kehilangan passion-nya untuk bermain piano, karena ia terlalu focus untuk memenangkan kompetisi. Ia tidak mengucap syukur dengan apa yang ia miliki sekarang.
Saya juga punya mimpi dan keinginan untuk saya capai, dan terkadang saya kecewa dan langsung down ketika apa yang saya impikan itu atau yang saya inginkan tidak bisa saya dapatkan, atau jalan menuju mimpi itu terlampau sulit buat saya. Tapi, saya jadi belajar bahwa mengejar dan mengusahakan mimpi kita itu baik, tapi jangan terlalu focus pada hal tersebut sehingga kita lupa dengan apa yang kita miliki saat ini.
Kita lupa ada begitu banyak berkat Tuhan yang kita miliki sampai saat ini, dan lupa mengucap syukur untuk itu. Saat kita gagal atau menghadapi tantangan yang sulit, kita menjadi kecewa dan down, kita merasa kita tidak punya apa-apa, padahal kita sebenarnya banyak hal yang berharga. Pandangan mata kita yang terlalu focus pada sesuatu yang kita belum capai, membuat kita tidak melihat banyak hal berharga yang sebenarnya telah kita miliki dan kita lupa mengucap syukur kepada Tuhan.

2.       Pencapaian yang lambat bukan berarti kalah atau gagal.
Saya menggarisbawahi sebuah percakapan antara Hana dan mendiang neneknya waktu ia masih kecil.
Nenek Hana berkata,
“ Mimpi tidak bisa diraih dalam waktu semalam seperti mimpi yang layaknya kau dapat saat tidur di malam hari. Karenanya, kau harus melewati proses kerja keras dan pengorbanan waktu yang lama untuk meraihnya. Bukankah itu mirip dengan istilah tempo dalam musik yang disebut adagio?

Mimpi tidak bisa tercapai dalam semalam. Ada proses yang di dalamnya berisi kerja keras dan pengorbanan waktu yang lama untuk meraihnya. Selain kerja keras, tantangan juga ada masa-masa penantian yang berat ketika kita ingin meraih mimpi. Orang sering tidak sabar, ingin meraih keinginannya dengan cepat, terburu-buru, tidak sabaran, sehingga sering putus asa bahkan mengambil jalan pintas untuk mendapatkannya walaupun itu bukan jalan yang benar.

Saya belajar bahwa pencapaian mimpi yang lambat bukan berarti kita gagal atau kalah. Justru dengan proses yang terasa ‘lambat’ itulah pribadi kita makin dibentuk dan ditempa. Justru dengan banyaknya tantangan yang me’lambat’kan kita, kita justru menjadi lebih kuat dan bijak. Justru dengan berjalan lebih ‘lambat’ kita mengamati sesuatu dengan lebih jeli dan teliti, memaknai sesuatu lebih baik, melihat hal-hal berharga yang akan terlewat dari pandangan kita ketika kita berjalan tergesa-gesa atau bahkan berlari.

3.       Segala sesuatu indah pada waktunya
Dalam pengantar novelnya, Alberta sempat menulis :
Adagio, novel ini mengajarkan pula bahwa dalam proses dan perjalanan panjang kita dalam meraih impian, bukan berarti kita harus terus berfokus pada tujuan dan memanfaatkan orang-orang di sekeliling kita sebagai batu pijakan. Justru sebaliknya, segala macam hal yang terjadi seiring perjalanan hidup kita dan setiap orang yang kita jumpai, meski sesingkat apapun, bukanlah sesuatu yang dapat dilupakan begitu saja.

Dan kembali saya mengutip perkataan nenek Hana padanya :

“ Adagio berarti perlahan-lahan atau lambat…. Bukankah akan lebih baik bila seseorang tidak sedemikian berambisi atau terburu-buru untuk mencapai impian dan tujuannya, melainkan menjalani dan menikmati seluruh proses kerja kerasnya dengan perlahan-lahan namun pasti?”

“ Ibarat hidup adalah sebuah sonata panjang yang tiap bagiannya memiliki not dan tanda tempo yang berlainan. Kita tak perlu begitu tergesa untuk menuju klimaks dari sonata itu, sebab asal kita memainkan sesuai dengan penghayatan, bagaimanapun kita akan menuju klimaks dengan kokoh. Sama halnya dengan kehidupan, justru dengan menjalaninya demikian, kau akan mendapat banyak sekali hal berharga dari sekitarmu, bahkan tidak kau sangka-sangka.”

Proses menggapai mimpi tidak mudah dan tidak singkat. Daripada merasa kecewa, sedih dan mulai menaruh self-pity pada diri sendiri, kenapa tidak menikmati perjalanan itu sesuai dengan ‘tempo’nya? Saya belajar untuk bersabar dan menanti dengan tenang penggenapan janji Tuhan dalam hidup saya, sambil berjalan mengikuti tempo yang telah Tuhan berikan. Setiap not-not dalam sonata hidup sudah diatur oleh Tuhan, dan kalau kita menjalaninya sesuai dengan arahan dari-Nya, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat, hidup kita akan seperti sonata indah. Lagipula, klimaks yang terlalu awal atau terlalu cepat, tidak enak didengar di telinga dan menjadikan sonata yang indah itu rusak meskipun not yang dimainkan tepat.
Segala sesuatu indah pada waktunya ( Pengkhotbah 3:11)…sungguh tepat sekali ^^.
Aplikasi yang aku lakukan setelah membaca buku ini :
1.       Saya belajar untuk mengucap syukur atas apa yang telah Tuhan berikan kepada saya di masa sekarang. Saya masih mengejar mimpi-mimpi saya, tapi saya tidak menjadikan mimpi-mimpi saya di masa depan menjadi satu-satunya focus dalam hidup saya. Saya sadar kalau saya memiliki banyak hal untuk dikerjakan di masa sekarang, contohnya quality time dengan keluarga saya dan pelayanan di gereja. Saya juga bersyukur untuk masa-masa sulit yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup saya sebagai bagian dari proses pengejaran mimpi-mimpi saya. Saya bersyukur karena lewat momen-momen berat dan sulit itulah saya menjadi lebih kuat, lebih bijak dan makin banyak pelajaran berharga yang saya dapat.

2.       Saya pernah punya rasa iri terhadap teman-teman saya yang hidupnya kelihatan sangat mudah dibandingkan dengan saya. Mereka dengan mudahnya mendapat pekerjaan tetap, dengan mudahnya melanjutkan sekolah, dan masih banyak hal lain lagi yang dengan mudah mereka dapatkan. Berbeda dengan saya yang harus dengan perjuangan dan waktu yang cukup lama untuk mendapatkannya disertai dengan beberapa kali kegagalan. Tapi saya tahu kalau rasa iri hati itu tidak berkenan di hadapan Tuhan dan saya berusaha menghilangkannya dari dalam hati saya. Saya belajar untuk beriman akan janji yang Tuhan berikan untuk saya. Saya punya pandangan baru dalam hidup bahwa segala sesuatu yang berjalan lebih lambat bukan berarti kegagalan atau kekalahan. Jika Tuhan menginginkan hidup saya berjalan dalam tempo Adagio, maka saya mau berjalan dalam tempo seperti itu.
“ dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu,” Yeremia 31:11

3.       Saya mengambil keputusan untuk menantikan janji Tuhan dengan lebih bersabar lagi. Saya orang yang kurang bisa bersabar, dan gampang tawar hati juga kecil hati. Setiap kali sesuatu yang saya harapkan tidak terjadi, saya jadi lebih sabar dan tenang, tahu bahwa Tuhan pegang kontrol atas itu semua.

Hal-hal inilah yang bisa saya bagikan dari buku Youth Adagio yang saya baca. Semoga bisa memberkati teman-teman semua,

God bless,,

Senin, 01 Juli 2013

Avalon - I Don't Want To Go

I'm a big fans of Avalon.
Yeay! #apasih

Aku suka banget lagu-lagu mereka, kata-katanya sangat bagus, indah, dan menyentuh U.U.
Banyak lagu mereka yang menguatkan aku ^^. 
Selain itu kualitas vokal para anggotanya juga tidak diragukan lagi. Harmonisasinya luar biasa ^^. Kualitas musiknya juga patut diacungi jempol.
Banyak lagu Avalon yang jadi favorit aku, such as Everything To Me, Another Time another place, dan I don't want to go.

Lagu I Don't Want To Go sendiri sempat membuat aku nangis saat pertama kali mendengarnya.
Liriknya dalam dan menancap di hati aku #lebeh. Bukan apa-apa sih, soalnya ini pas banget dengan komitmen aku untuk terus ikut Tuhan, kemanapun Tuhan mau bawa aku. 
Tuhan benar-benar mengubah hidup aku saat aku mengenal-Nya. 
Tuhan menghidupkan sebuah hasrat, sebuah api dalam diri aku untuk melayani-Nya. 

Kemarin, aku sempat struggle soal My will and His will in my life. Entah kenapa, aku dilanda kebingungan lagi, diperhadapkan pada dua pilihan. Nah, lagu ini mengingatkan aku kembali soal komitmen aku sama Tuhan. Aku jadi sadar kalau pilihan apapun yang nantinya aku pilih, jalan apapun yang nantinya aku pilih untuk jalani, semuanya gak bakal ada artinya kalau itu bukan dari Tuhan.
Dan buat apa memilih jalan dimana ga ada Tuhan disitu?

Menurut aku, lagu ini liriknya sangat radikal. Tapi bukankah yang namanya ikut Tuhan itu harus radikal ya?
Tidak boleh setengah-setengah. 


You changed my world
When You came to me
You drove a passion
In my soul down deep
Lord, to follow You in everything

I don't want to go somewhere
If I know that You're not there
'Cause I know that me without You is a lie
And I don't want to walk that road
Be a million miles from home
'Cause my heart needs to be where You are
So I don't want to go

So come whatever
I'll stick with You
I'll walk, You'll lead me
Call me crazy or a fool
For forever I promise you that...

repeat chorus

Without Your touch
Without Your love
Filling me like an ocean
For Your grace is enough
Enough for me
To never want to go somewhere
If I know that You're not there




Imagine me Without You

Seperti apa sih hidup kita tanpa Tuhan?
Nothing... Bener-bener nothing.
Kosong...hampa... pokoknya saat aku mencoba membayangkan hidup tanpa Tuhan itu >.<.... pastilah sangat,sangat berat. 
Tidak mungkin kita bisa hidup tanpa-Nya


Salah satu lagu yang mungkin bisa menggambarkan bagaimana hidup tanpa Tuhan itu (menurut aku, yah) lagu Jaci Velazques yang judulnya "Imagine Me Without You". 

Secara pribadi, ini lagu favorit aku dan masuk playlist "bed time songs" hehehe....
Juga jadi ringtone aku di hape.

As long as stars shine down from heaven
And the rivers run into the sea
Til the end of time forever
You’re the only love I’ll need

In my life you’re all that matters
In my eyes the only truth I see
When my hopes and dreams have shattered
You’re the one that’s there for me

When I found you I was blessed
And I will never leave you, I need you

Chorus:
Imagine me without you
I’d be lost and so confused
I wouldn’t last a day, I’d be afraid
Without you there to see me through
Imagine me without you
Lord, you know it’s just impossible
Because of you, it’s all brand new
My life is now worthwhile
I can’t imagine me without you

When you caught me I was falling
You’re love lifted me back on my feet
It was like you heard me calling
And you rush to set me free

When I found you I was blessed
And I will never leave you, I need you

Chorus
When I found you I was blessed
And I will never leave you, I need you oh

Chorus

I can’t imagine me without you


Psalm 63:3 
"Because your love is better than life,my lips will glorify you. "

Jumat, 28 Juni 2013

To Do List !




Ingin nulis, tapi gak tau mau nulis apa, jadinya nulis sesuatu yang random dan gak penting #sebenarnya,hahahaha….

Oke, kata teman-teman aku, aku ini manusia ‘List’… soalnya aku hobi bikin list :).

Kebiasaan ini mungkin ditularkan oleh Mama, yang suka juga bikin list. Mulai dari list belanjaan, barang bawaan dan sebagainya. Sejak kecil diajarin sama Mama, untuk bikin jadwal kegiatan sehari-hari, dan kalau mo belanja, mo pergi keluar harus nulis apa saja yang harus dibawa.

Akhirnya, aku jadi terbiasa membuat list..dan bisa dibilang aku manusia yang menyukai list, hahaha.

Ketika aku jadi panitia, misalnya seperti kemaren jadi Sekretaris, sebelum rapat aku sudah bikin list apa saja yang bakal aku lakukan, yang aku perlukan dan bikin jadwal pribadi.

Pas acara 3rd gathering EMF juga, aku nulis list semua yang kami butuhkan, padahal aku bukan Sekretaris, tapi pas rapat aku otomatis nulis itu semua tanpa disuruh,hehehe.

Aku bukan tipe orang yang spontan, aku tipe orang yang bisa stress kalo melakukan sesuatu tanpa pertimbangan, perencanaan, dan jadwal…. Aku orang yang hidup #ceileh dengan jadwal dan list to do tiap hari. Tiap pagi sebelum berangkat kerja, aku otomatis ‘menulis’ dalam pikiran aku, apa saja yang bakal aku lakukan hari ini.

And, that’s why, aku suka mencak-mencak (dalam hati, tapi) kalo orang batalin janji, datang telat, atau ngubah jam janjian atau tempat….karena itu merusak jadwal yang sudah kususun rapi dalam otak aku, hahaha.

Dan itulah sebabnya, aku kemana-mana bawa notes kecil (berisi list to do milik aku) dan alat tulis. Tapi sekarang udah ada fasilitas memo sama mini diary di hape, jadi lebih gampang, tinggal nulis disitu ^^.

Dan list yang baru selesai aku buat, :p, adalah “What Farha have to do before she leave Manado” list…
Kurang dari dua bulan, aku bakal ninggalin Manado dan tinggal di Jakarta karena lanjut kuliah, dan aku bikin list apa saja yang harus aku lakukan sebelum itu.
Hehehehe….
Dan pas kelar bikin, aku jadi sedih, maklum, tipe melankolis wkwkwkwk…. 

Padahal ini Cuma ke Jakarta, bukan ke luar negeri ato ke Kutub Utara… Cuma 3 jam perjalanan dengan pesawat, tapi bagi aku yang gak pernah lebih dari sebulan jauh dari orangtua, rumah, dan Manado, ini cukup berat.

Ini dia list-nya…. Aku berani share soalnya gak ada yang terlalu pribadi, dan somehow, it’s funny :p


  1. Fax ijazah ke ISTN 
  2. Hubungi Ibu Asri apa saja yang harus dibawa untuk pendaftaran ulang
  3. Hubungi Lia (temanku yang di Tangerang) and make sure tentang tempat kost
  4. Hubungi Pak Fitri dan tell him about my plan….
  5. Cari tiket (termurah ;p)
  6. Buat jadwal ibadah Komisi Remaja jemaat dan ibadah Pemuda Remaja kolom sampai Desember tahun ini
  7. Ngurus keperluan adik-adik remaja untuk PSR
  8. PIC ibadah wisata iman Komisi Remaja
  9. Pembubaran panitia LTPR di Sonder dan perpisahan dengan Pdt. Reiny
  10. Menyelesaikan soal Cerdas Cermat Alkitab dan Berpacu dalam Kidung Gereja
  11. Mulai memilih dan packing buku-buku yang harus dibawa
  12. Ngurus tetek bengek soal resign. Actually, satu kantor sudah tahu termasuk atasan, tapi tetep harus ngikutin SOP-nya, hehehe..
  13. Re-decorate Pharmaceutical laboratory. Maksudnya, membersihkan dan mengatur bahan-bahan obat di lab yang berantakan karena mahasiswa. Terus, renewing daftar alat dan bahan di lab. Ini hadiah terakhir aku buat K’Elvi dan teman-teman kantor di jurusan Farmasi :).
  14. Bantu mini gathering EMF yang mungkin terakhir (hiks…) buat aku. Karena aku mungkin bakal step down jadi admin di EMF. Tau sendiri kuliah farmasi itu kayak apa =____=.


Selesai!
Aku harap aku bisa melakukan itu semua sebelum aku berangkat nanti, khususnya yang no.13 hehehe, soalnya itu lumayan berat hahahaha… 




Kamis, 27 Juni 2013

Playing "WHAT IF"


Ngikut Mbak Dhieta, Mbak Mega dan kakak-kakak, juga teman-teman blogger lainnya yang main "What If" , aku akhirnya ikut bikin juga.

Ok, ini dia jawabanku untuk "What If" game :

^___________^


Orang-orang berkata kalo gue :
Baik,pintar, kecil (yup… I’m petite), religious, introvert, dan murah senyum *wink wink… dan K-Lovers :P

Kalo dapet 1 milyar gue pasti :
Yang pastinya kasih perpuluhan, bayarin biaya kuliah aku dan adik aku, bayar biaya sekolah sepupu dan ponakan aku,  kasih ke sodara2 yang laen, belanja buku, kasih Mama sama Papa, bikin apotek,  sisanya investasi ^^ 

Klo kejebak macet gue...
Baca buku sambil dengerin lagu ^^, sometimes ngobrol dalam hati dengan Daddy J.

Indonesia adalah negara yang...
Luar biasa… Mulai dari keindahan alam, kekayaan yang terkandung di dalamnya, keanekaragaman budaya dan hayatinya. Tapi yang kurang adalah, pengelolaannya. Bagaimanapun, saya bangga jadi orang Indonesia ^^.

Mantan gue...
Saya belum pernah pacaran…. Komitmen dari kelas 1 SMP,hehehe…Jadi, ga ada mantan ^^

Klo berada di depan kuburan M.J...
Mmmm, gak pernah punya pikiran untuk datang ke tempat itu. Mungkin sekedar foto-foto (?)

Hidup ini penuh dengan..
Banyak hal, hahahahaha…. Susah kalo cuma bilang satu, karena menurutku ada banyak hal dalam hidup ini. Pengalaman, pembelajaran, kejutan, kejadian, dll.

Tak ada tempat yang indah selain...
Rumah, tempat yang banyak bukunya, juga tempat tidur di saat ngantuk dan capek


Ke mana pun gue pergi, pasti bawa...
Buku….alat tulis, handphone, dompet.

Kalo divonis kanker....
Sedih, bingung,nangis ke Tuhan…. Yang pasti gak sanggup bilang ke ortu dan keluarga dan sama kayak Mbak Dhieta dan Anthony ahjussi di drama King of Drama, langsung bikin list apa saja yang mo dilakuin selama sisa hidup. ^^.

Pagi-pagi enaknya makan...
Tinutuan (bubur Manado) dengan sambal roa yang banyak, tahu rebus, milu muda rebus, perkedel nike.

Pekerjaan yang paling membosankan di dunia adalah...
Melakukan hal yang nggak disukai.

Hal yang paling mengerikan di dunia adalah...
Ketika matahari berhenti bersinar.

Bencana alam itu...
Terjadi atas perkenanan Tuhan, tapi bisa disebabkan karena ulah manusia dan siklus alam.

Waktu SMA gue dikenal sebagai...
Anak guru Sosiologi, ponakannya guru Kesenian, juara kelas.

Saat yang paling tenang, saat...
Saatnya baca buku dan nulis jurnal.

Paling males kalo ngelihat...
Orang yang ‘terlalu’ ….hehehe… Terlalu menor, terlalu cerewet, terlalu narsis, pokoknya yang berlebihan ^^

Kalo orang ciuman didepan gue...
Pura-pura gak liat.

Gue pengen banget...
Jadi ibu rumah tangga tapi juga pengajar.

Wanita2 cantik dan seksi di dpan gw sambil ketawa2 keras2, dalem pikiran gue...
Aduuuuuuhhhhhh... ribuuuuuttt....

Pria dengan jeans robek", baju hitam gambar tengkorak, ngerokok, nongkrong depan circle-K, dalem pkrn gue..
Berandalan atau preman, dan jangan sampe lewat di depan mereka.

Orang yang sok imut dan sok childish...
Gak mau berurusan sama mereka….Ngerepotin.

Lagi jalan, ada yang lewat pake motor bilang "fuck you"
Palingan Cuma mengernyit heran , siapa sih tuh orang?

Mama papa bilang kapan nikah?
Ortu gak pernah ngomongin itu,hihihihi…

Afgan dateng kerumah...
Jangan-jangan saya menang undian Pond’s atau semacamnya (?), hahahaha…

Kalo tengah malem ditelepon pacar...
Kalo masih bangun, diangkat, tapi kalo sudah tidur, jeongmal mianhae, sudah pasti ga diangkat soalnya pasti gak kedengeran, ^^.

Kalo besok kiamat..
Pasti deg-degan nunggu kedatangan Tuhan, trus ngumpul di rumah bareng semua keluarga ^^.

KKEUT!
Selesai sudah.... 
^______________________^