Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Februari 2014

FIGURA

Figura yang saya maksud disini bukan figura tempat lukisan atau foto, tapi nama sebuah tradisi di masyarakat Sulawesi Utara.  Penduduk asli Kota Manado datang dari beberapa sub etnis Minahasa dan lainnya. Mereka mendiami wilayah yang bersinggungan langsung dengan Teluk Manado ini sejak abad 16 (1500-an Masehi). Salah satu di antaranya masyarakat Suku Borgo, yakni keturunan peranakan Indo-Eropa.
Etnis Borgo merupakan keturunan dari pendatang dari berbagai bangsa Eropa di antaranya Portugis, Spanyol, Belanda, Prancis, Jerman yang kawin dengan bangsa Minahasa dan sekitarnya. Ada begitu banyak budaya Borgo yang masih dipegang oleh warga satu diantaranya figura. 


Figura merupakan bagian acara 'kunci taong'. "Kunci taong" atau "kuncikan" maksudnya mengunci (menutup) tahun yang telah lalu. Tradisi ini sudah digelar sejak beberapa puluh tahun silam. Tradisi ini dibilang unik lantaran pria memakai pakaian wanita dan wanita memakai pakaian pria. Atau, bisa juga aneka kostum yang unik nan menari. Beberapa peserta dari parade ini membawa alat musik seperti gitar, jug atau ukulele, tambor, biola untuk mengantar peserta figura yang berpakaian 'aneh' tersebut. Masyarakat Borgo yang juga berada di Kampung Kakas dan Tokambene setiap tahunnya menggelar tradisi ini. Karena tradisi ini dilakukan untuk 'kunci taong' atau 'kuncikan' maka kegiatan ini dilakukan di minggu terakhir bulan Januari atau tanggal 31 Januari.

Borgo berasal dari kata 'Burgers' (baca: Berhers) yang diambil dalam Bahasa Belanda yang berarti 'warga bebas' atau 'orang yang dibebaskan'. Di Manado etnis Borgo tersebar seperti di Kampung Kakas, Kampung Tokambene, Kampung Pondol, Kampung Komo, dan Kampung Kodo. Ada juga tersebar di Kampung Mahakeret dan Sindulang. Sampai sekarang etnis Borgo masih melestarikan budaya nenek moyangnya seperti acara kunci taong (pesta perpisahan tahun lama ke tahun baru). Selain Manado, etnis Borgo juga tercatat tersebar di daerah lainnya di Sulut seperti Kema, Tanawangko, Amurang, Belang, dan Likupang. 

Tradisi pergantian tahun ini berasal dari bangsa Portugis yang diadakan untuk mengungkapkan rasa syukur pergantian tahun dan merekatkan tali persaudaraan Sementara figura merupakan bentuk 'pesta' dengan menyanyi sambil diringi alat musik tradisional sambil mengunjungi rumah-rumah warga. 

Sumber : Fanpage MANADO (https://www.facebook.com/orangmanado)

Meskipun ini tradisi etnis Borgo, tapi bukan hanya desa-desa yang ditinggali warga Borgo yang melakukan figura, tapi kebanyakan desa di Minahasa dan kota Manado pun selalu melaksanakan tradisi ini tiap akhir Januari.

Hmm, jadi kangen Manado :'(
Tradisi Figura ini unik banget dan benar-benar lucu. Aku juga sering ikut hehehe... Pernah dandan jadi kucing, ibu-ibu kantoran 'menor', dan bagian nyanyi-nyanyi.
Biasanya yang didandani 'parah' itu cowok-cowok atau bapak-bapak,hahaha... 
Berikut aku mau share foto Figura yang pernah diadakan Komisi Remaja di gereja aku ^^




Source : FanPage MANADO 


(ada Syahrini-nya...:D)
Source : wisata.kompasiana.com


(Percaya gak... ini bapak2 loh semuanya :DDD. Pinjam baju isterinya kali yah?)
 Source : from here


Tradisi Figura ini adalah tradisi yang harus dijaga, dipelihara, dan jangan sampai hilang atau bahkan diambil oleh negara lain hehehe....
Syukurlah anak-anak muda di lingkungan tempat tinggal aku 'nggak malu' dan selalu semangat tiap figura, meskipun sebenarnya malunya bukan main kalo didandanin aneh-aneh terus jalan keliling kompleks,wkwkwk...

Love Manado, Love North Celebes, Love my country Indonesia...

God bless,,

Selasa, 16 Juli 2013

Happy Thanksgiving, South Minahasa



Perayaan Thanksgiving bukan hanya ada di Amerika Serikat, di daerah saya juga ada. Kami biasanya menyebutnya dengan " Pengucapan Syukur", atau disebut "Pengucapan" saja. Setahu saya di Sulawesi Utara, daerah Minahasa, kota Tomohon dan sebagian wilayah Manado juga Bolmong merayakannya. Berbeda dengan US dan Kanada yang kalo Thanksgiving itu jadi libur nasional, hari Pengucapan Syukur ini gak ada libur daerah, dirayakan pas hari Minggu saja, dan tanggalnya berubah-ubah tiap tahun tergantung dari pemerintah mau dilaksanakan tanggal berapa. Dan tiap daerah beda juga tanggalnya. 

Contohnya nih, kota Tomohon dan sebagian daerah Minahasa Utara merayakannya tanggal 7 Juli, sedangkan daerah Minahasa Selatan merayakannya hari Minggu kemarin, tanggal 14 Juli. Minggu depan, giliran kabupaten Minahasa yang merayakannya, termasuk saya karena tempat tinggal saya masuk wilayah Kabupaten Minahasa :)

Alasan masyarakat Sulawesi Utara merayakan Pengucapan Syukur, kira-kira sama dengan masyarakat di US dan Kanada merayakannya. Mengucap syukur karena hasil panen. Meskipun gak semua orang itu petani, tapi kami tetap merayakannya, karena sudah jadi tradisi dan budaya di Sulut. 

Kata Mama aku, dulunya kalau hari Pengucapan Syukur itu, orang-orang bawa hasil panen pertamanya ke gereja. Jadi di depan gereja itu ada padi, jagung (milu, kalo kata orang sini), ubi (ubi jalar, ubi kayu, ubi bete), pisang, kelapa, pokoknya hasil pertanian deh. Semuanya itu dikasih buat Tuhan, dan buat para pendeta. 

Kebiasaan ini memang sudah jarang ditemui lagi, karena zaman sekarang orang-orang lebih suka memberi persembahan dalam bentuk uang di gereja. Tapi masih ada beberapa desa di Minahasa, yang masih membawa hasil bumi sebagai persembahannya ke gereja ^^.
Aku share fotonya nih (dari Google wkwkwk) :

( ini di Tomohon kalo gak salah... hasil buminya di bawa ke gereja)

Hari Minggu kemarin, daerah Minahasa Selatan merayakan hari Pengucapan Syukur. Karena Mama saya orang MinSel ( singkatan Minahasa Selatan ;p) yah, kami juga turut merayakannya :). Kalau Pengucapan Syukur kami biasanya pulang kampung, ke rumah opa dan saudara-saudara. Hari Pengucapan Syukur memang selalu jadi ajang pulang kampung buat masyarakat Sulut, ketemu dengan keluarga, masuk gereja bareng-bareng, bikin dodol dan nasi jaha  ( nasi dengan bumbu jahe yang dibakar dalam bambu) rame-rame, dan makan masakan Minahasa yang suanggggaaaat enak pake bangetttt #lebeh ;p, hahaha... 

Tinoransak, kawok, paniki, RW, babi leilem, brenebon, sayur pangi, kue biji-biji, dan masih banyak lagi #jadilapar ahahhaha...

( Dodol dibungkus dengan daun woka. Ini makanan khas kalo Pengucapan)

( Nasi jaha -jahe-)

( Nasi jaha yang siap dilahappp :p)
Taken frim reginarobot.wordpress.com

Bagi masyarakat Sulut, selain hari Natal, hari Pengucapan Syukur juga menjadi salah satu hari yang ramai. Dijamin pasti macet dan supermarket pasti penuh jelang hari Pengucapan Syukur.

Oh ya, kalau di hari Pengucapan Syukur, kita bisa bebas pesiar ke rumah siapapun, lho. Jadi biar kagak kenal, masuk aja, pasti tuan rumahnya menerima,hehehe dikasih makan dan minum malah kadang dibungkusin dodol sama nasi jaha juga.

Tradisi Pengucapan Syukur di Sulawesi Utara memang sangat positif, karena mempererat persaudaraan dan banyak lagi. Tapi, ada juga hal negatif yang dijumpai kalau hari Pengucapan Syukur.

1.     Bukannya ber-pengucapan syukur, tapi ber-pengecapan syukur
Ada semacam istilah nih, kalo orang Manado/Minahasa itu “biar kalah nasi, tapi jangan kalah aksi”. Maksudnya ada kecenderungan di daerah aku kalau hari Pengucapan Syukur itu harus dengan makanan dan minuman yang berlimpah, bukan hanya pas Pengucapan sih, tapi hari Natal ataupun perayaan yang lain. Meskipun harus ngutang sana-sini, pokoknya harus berpesta pas hari Pengucapan. Ada semacam persepsi kalo orang Minahasa itu suka pamer, gak mau kalah, gengsian. Ini yang bikin aku cukup sedih dan struggle dengan daerah aku.
Hari yang seharusnya kita mengucap syukur kepada Tuhan, bukan hanya karena materi yang berlimpah tapi juga berkat lainnya seperti kesehatan dan perlindungan Tuhan, tapi disalahartikan sebagai hari untuk berpesta pora, bersenang-senang. Bukan untuk mengucap syukur, tapi sekedar untuk mengecap makanan dan minuman.

2.     Banyak Marta-marta baru yang bermunculan
Hehehe…. Ini hal yang sering aku temui, walaupun aku sama sekali nggak bangga. Banyak ibu-ibu yang pas hari Pengucapan Syukur terlalu focus untuk menyiapkan makanan dan minuman buat para tamunya, sibuk belanja, begadang bikin dodol dan bakar nasi jaha, sibuk masak sampai lupa masuk gereja ataupun terlambat masuk gereja.
Ini seperti sikap Marta, saudara Maria. Makanya aku bilang banyak Marta-marta baru yang bermunculan. Hal ini pun sering dibahas dalam khotbah di gereja. Fokus saat Pengucapan Syukur adalah Tuhan, sang pemberi Berkat, tapi sering focus kita teralih pada kepuasan orang lain, bukannya memberi diri beribadah pada Tuhan.

3.     Many people drunk when Thanksgiving Day
Hampir setiap rumah menyediakan minuman keras saat hari Pengucapan Syukur. Bahkan rumah para pejabat dan pelayan Tuhan. And also I can say my uncle house, too L . Sungguh ironis, karena slogan Polda Sulut sekarang ini adalah ‘BRENTI JO BAGATE’ ( Berhentilah minum minuman keras) dan daerah Minahasa disebut daerah 1000 Gereja. Dan minum minuman keras juga mabuk menjadi fenomena biasa bahkan terkesan wajar. Bukan hanya bapak-bapak atau cowok-cowok, tapi sampai ibu-ibu!
Hari yang seharusnya menjadi hari dimana umat Tuhan menyembah-Nya dalam kekudusan dan hati yang mengucap syukur, justru dinodai dengan dosa minuman keras.
Tau tidak, tingkat kejahatan di daerah Sulut banyak terjadi karena dipicu oleh minuman keras?
Ini adalah salah satu hal yang aku gumuli untuk daerah aku.

Ini pendapat aku sih, tapi perayaan Pengucapan Syukur sempat dilarang juga lho oleh pemerintah beberapa tahun lalu, yah mungkin karena alasan-alasan yang aku kemukakan di atas, khususnya poin 1 dan 3 ^^. Tapi sekarang perayaan Pengucapan Syukur sudah dihidupkan kembali oleh pemerintah.

Secara pribadi, aku sangat menyukai tradisi Pengucapan Syukur di daerah aku. Aku bangga jadi orang Minahasa, yang dikenal dengan sikap toleransi dan tenggang rasa yang tinggi. Aku bangga tinggal di Sulawesi Utara dimana kebebasan beragama itu dijunjung tinggi. Aku bangga jadi orang Minahasa karena masih menggunakan logat khas daerah kami, budaya dan tradisi yang dipegang seperti Mapalus, makanan kulinernya luar biasa enak dan dipuji-puji. Pokoknya, aku bersyukur sekali karena dilahirkan di sini ^^.
                                                                                   
Tapi, sebagai warga Sulut, ada banyak hal yang perlu digumuli di daerah aku. Minuman keras, prostitusi, trafficking, sex bebas, bahkan ‘mati’nya gereja. Aku tidak mau menghakimi, tapi itulah fenomena yang aku lihat selama ini, dan aku punya kerinduan agar anak-anak Tuhan di Sulut bersatu hati untuk menggumuli daerah kami.

Aku punya kerinduan kalau tradisi Pengucapan Syukur ini bakal benar-benar dipahami oleh warga Sulut sebagai hari dimana kita merendahkan diri di hadapan Tuhan dan mengucap syukur buat setiap berkat yang Tuhan anugerahkan dalam kehidupan mereka. Bukan lagi ajang pamer, ajang hura-hura, ajang untuk meng-halal-kan perilaku mabuk-mabukkan.


Happy Thanksgiving Day, my beloved South Minahasa ^^





Senin, 13 Agustus 2012

August : I'm in Love with Indonesia


Yang kenal baik dengan saya, pasti tahu kalau saya ini seorang K-POPers.
Saya fans negara Korea, baik dari segi musik, budaya, bahasa, bahkan olahraga. Saya suka Super Junior, saya suka liat tarian Korea, saya tahu dikit-dikit bahasa Korea, juga nulis Hangeul dan saya suka Park Ji Sung juga Lee Yong Dae.^^
Kemudian, saya aktif di grup Kpopers bahkan jadi panitia acara Kpop di kota saya.

Yah, saya punya hati untuk negara Korea Selatan bahkan ingiiiinnnn sekali kesana,hehehe...

Tapi, hari ini pas download majalah Pearl online dan baca isinya tentang INDONESIA, saya tiba-tiba malu sendiri.
Malu sama Tuhan...hikss...

Saya malu karena saya belum jadi WNI yang baik selama ini.

Apa pernah saya berdoa buat negara saya, kota saya, dengan SUNGGUH-SUNGGUH? Dengan hati yang hancur? Dengan hati yang penuh pengharapan untuk kebaikan Indonesia?

Jujur saja, saya sedih,kecewa, sama il-fil dengan negara sendiri, karena tiap kali baca koran, liat berita di TV atau di internet, gak ada berita yang bagus, jarang sekali ada berita yang bawa sukacita tentang Indonesia. 
Belum lagi artis-artisnya yang kawin-selingkuh-cerai, musiknya yang (maaf), saya lebih suka dengar lagu Korea, Jepang atau Barat.
Rasa cinta saya sama Indonesia itu bisa dibilang sangat rendah. Bahkan nyaris tidak ada, hikss....

Sering sekali, saya marah-marah,kesal, dan menghakimi orang-orang lain (pemerintah) yang kayaknya nggak bisa membawa kebaikan buat negeri ini. Korupsi dimana-mana, kasus kriminal semakin merajalela, dll.
Indonesia itu parah banget kayaknya di dunia, dan kayaknya sudah nggak mungkin lagi Indonesia dipulihkan :((

Tapi, pas baca majalah Pearl edisi Agustus-September, yang temanya Indonesia di hati Allah, saya tertampar dengan tulisan-tulisan di majalah itu.
Tiba-tiba, saya sadar bahwa saya ini orang Indonesia ASLI, lahir dan besar, juga bekerja di Indonesia sampai saat ini, dan seharusnya sebagai orang ASLI Indonesia, saya berbuat sesuatu buat bangsa saya.

Hmm, apa sih yang bisa gadis biasa dari kota kecil seperti saya bisa lakukan untuk membuat Indonesia berubah?
Mungkin itu yang ada di pikiran kebanyakan orang Indonesia, termasuk saya.

Tapi, satu kebenaran yang saya ketahui, bahwa Tuhan tidak menempatkan kita di suatu tempat tanpa tujuan yang jelas. 
Kalau saya lahir dan besar di Indonesia, di Manado, berarti Tuhan ingin saya memberi dampak bagi Indonesia. Tuhan ingin saya jadi berkat di kota dan bangsa dimana saya ditempatkan. Tuhan ingin saya menjadi penjaga di kota di tempat saya tinggal sekarang. Tuhan ingin saya menjadi alat-Nya untuk menyatakan kemuliaan-Nya di negeri ini.

Yeremia 29 :7
" Usahakanlah kesejahteraan kota kemana kamu  AKu buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu,"

Kemudian, 
Tuhan Yesus mencintai Indonesia. 
Bagi dunia, Indonesia mungkin negara dunia ketiga yang korup, yang miskin, yang gak sportif, yang gak mungkin diubahkan atau dipulihkan lagi. 
Manusia memang memandang negara Indonesia dengan pandangan seperti itu. Jangankan warga negara lain, warga Indonesia sendiri banyak yang skeptis sama negara sendiri.
Tapi, mari lihat dari kacamata Tuhan. Tuhan mengasihi Indonesia, seburuk apapun keadaan Indonesia sekarang, seterpuruk apapun kondisi negara kita sekarang. 
Kalau Tuhan mengasihi Indonesia, saya yakin bahwa Ia punya rencana yang luar biasa untuk  memulihkan Indonesia. 

Nah, tugas kita sebagai warga Indonesia adalah ikut ambil bagian dalam rencana luar biasa Tuhan untuk Indonesia. 

Banyak hal sebenarnya yang bisa kita lakukan. Tapi, saya tahu akan terdengar muluk-muluk kalau tiba-tiba langsung membuat program yang 'wow' dan semacamnya. Saya ingin mulai dari diri sendiri dulu.

Pertama, saya ingin berhenti menghina dan merendahkan bangsa sendiri. Yah, saya mau berhenti protes sana-sini, ngomel-ngomel tidak jelas kalau baca atau dengar berita yang nggak enak tentang Indonesia.
Lebih baik say blessing saja.
Ingat, lidah itu berkuasa,lho. Kalau kita ngomong yang jelek-jelek terus soal Indonesia, kapan Indonesia akan diberkati. Saya mau commit untuk berhenti  bicara yang jelek-jelek soal negara sendiri, mau itu pemerintah, aparat, musik, public figure-nya, dll.
Lagian, kita marah-marah, ngomel-ngomel juga tidak ada faedahnya. Gak ada yang berubah,juga kan?
Saya mau memperkatakan 'berkat dan harapan' buat Indonesia.

Kedua, saya mau berdoa buat bangsa Indonesia juga buat kota saya, Manado.
Hmm, pas baca tulisan mbak Mega >> http://megasthought.blogspot.com
yang ada di Majalah Online Pearl juga tentang " Pray For Indonesia", saya merasakan beban untuk berdoa juga.
Sebagai umat Allah, yang bisa kita lakukan adalah berdoa buat bangsa kita, buat kota tempat tinggal kita.
So, I want start praying for Indonesia, also  my hometown, Manado, North Sulawesi.

Kalo dari tulisan mbak Mega, ada tiga alasan kenapa kita harus berdoa buat bangsa kita.
Pertama, karena doa membuat hati kita selaras dengan hati Allah. Saat kita berdoa, Allah akan mencurahkan isi hati-Nya kepada kita. Kita akan tahu apa kehendak-Nya, apa keinginan hati Allah buat bangsa kita dan apa kerinduan-Nya buat bangsa ini. Kehendak-Nya akan jadi kehendak kita dan kerinduan-Nya akan jadi kerinduan kita.

Kedua, karena berdoa akan membuat kondisi hati kita dalam kondisi berharap. 
Mungkin saat ini kita belum melihat perubahan di Indonesia. Tapi dengan berdoa terus, kita akan terus berharap akan perubahan di Indonesia. Nyala pengharapan kita untuk Indonesia tidak akan padam. Dan saya yakin, Indonesia akan diubahkan dan dipulihkan oleh Bapa di Sorga ^^.

Ketiga, berdoa membawa kita pada tindakan. Saat kita rindu dan berharap akan pemulihan Indonesia, itu akan membawa kita pada tindakan. Sekecil apapun itu. Demi kesejahteraan bangsa ini. Doa yang benar akan membawa kita pada tindakan untuk berbuat sesuatu demi bangsa kita. 

Oh ya, saya baru 'ngeh' kalau sudah dua minggu terakhir ini, bacaan Alkitab setahun saya ada di kitab Yehezkiel. Yehezkiel adalah nabi yang hidup di zaman pembuangan Israel ke Babel, dan Tuhan memanggilnya untuk menjadi penjaga Israel. Keren,kan?
Di bagian akhir kitab Yehezkiel yang saya baca tadi pagi, itu tentang janji pemulihan Israel.
Saya jadi ingat Indonesia. 
Kalau dipikir, keadaan Indonesia sekarang sama kayak keadaan Israel yang dibuang ke tanah Babel. Hidup susah, miskin, gak bisa beribadah dengan bebas, diolok-olok bangsa lain, jadi budak di negeri lain, banyak kasus korupsi, penyembahan berhala, dosa merajalela, pokoknya bobrok banget. 

Tapi, Tuhan mengasihi Israel dan menjanjikan pembaharuan buat Israel setelah masa pembuangan, asalkan bangsa Israel mau berbalik kepada Tuhan. Nah, Tuhan juga mengasihi bangsa Indonesia dan saya yakin bahwa Tuhan akan mengadakan pembaharuan buat bangsa Indonesia, sama halnya dengan bangsa Israel ^^...

Tanggal 17 Agustus nanti, Indonesia berulang tahun yang ke- 67, sudah tua,hehehe... 
Perayaan 17-an akan ada dimana-mana, upacara bendera, lomba-lomba, acara-acara dalam rangka merayakannya akan digelar di seluruh Indonesia. 
Tapi, kita kadang lupa satu hal, sudahkah Indonesia sejahtera di usianya yang sudah lumayan tua ini?
Dan sudahkah kita, sebagai warga negaranya, mengusahakan kesejahteraan bangsa Indonesia?
( Kita tahu jawabannya,masing masing ^^...)

Kemudian, selain berdoa buat Indonesia dan kota saya, Manado,, saya juga mau belajar berdoa untuk unlovable people and unreached people group di Indonesia. 
Actually, Agustus ini saya (diam-diam) wkwkwkwk... ikut project hafalin ayat yang dibuat sma Mbak  Mekar dan Mbak Mega, temanya August in Love, pokoknya tema ayat hafalannya soal KASIH.

Salah satu ayat hafalannya,
" Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi. Sama seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi," (Yoh.13:34)

Then, 
" Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih berasal dari Allah, dan siapa yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah," (I Yoh 4:7)

Saya banyak melihat unlovable people di sekitar saya. Ada orang-orang yang tidak punya rumah, dan numpang di rumah orang lain. Ada pasangan-pasangan yang belum nikah tapi sudah tinggal bersama. Ada nenek-nenek yang kerjanya ngumpulin botol-botol bekas terus tiap kali naik angkutan umum, minta ongkos angkot ke penumpang2 angkot tersebut. Ada ibu yang menyuruh anak-anaknya ngemis, sengaja ia membuat penampilan anak-anaknya jadi kotor, berantakan, biar orang kasihan pas melihatnya. Ada anak-anak yang tidak bisa sekolah, karena ortunya miskin plus malas,gak mau kerja T.T.Ada juga kakak beradik yang ditinggal pergi ortunya karena sudah nggak mampu lagi membiayai mereka. Dan lain-lain. Itu baru di kompleks tempat saya tinggal, belum di tempat yang lain.

Dan mereka semua, tidak dikasihi oleh masyarakat di sekitar mereka. Mereka dipandang sebelah mata, dipandang rendah, bahkan ada yang bergidik jijik kalau melihatnya. Jadi bahan gunjingan orang di kompleks. They are unlovable people. Mereka orang-orang yang tidak dikasihi.

Tapi, orang Kristen diperintahkan oleh Tuhan Yesus untuk saling mengasihi. Titik.
Tidak peduli siapapun, Tuhan menginginkan kita mengasihi orang tersebut. Kasih adalah dasar kekristenan. 
Saya baru  menyadarinya akhir-akhir ini. 
Tuhan mengasihi kita, apa adanya.
Sebenarnya kita tidak pantas dikasihi Allah. Kita berdosa, egois, sombong, lemah, tamak, kita tidak pantas menerima kasih Allah yang luar biasa itu. 
But, God still loves us, no matter what, and He loving us with unconditional love, and everlasting love.

Dan Ia nyuruh kita untuk saling mengasihi, karena Dia sudah terlebih dahulu mengasihi kita. Dan kalau kita saling mengasihi, kita lahir dari Allah dan mengenal Allah. Mengenal Allah? Itu adalah kerinduan saya yang terbesar!
So, I'll learn to love the unlovable people and pray for them ^^.

Kemudian, unreached people group di Indonesia. Suku-suku yang terabaikan di Indonesia. Ada 125 suku di Indonesia yang belum mengenal Tuhan Yesus. Wow! Dan sebagian besar ada di Sumatera dan Jawa.
Actually, karena tinggal di daerah yang mayoritas Kristen, saya tidak terlalu peduli soal ini. Hidup di Manado itu aman dan tenteram. Orang-orangnya menyenangkan dan suka menolong. Prinsip "Torang Samua Basudara" itu masih terjaga menurut saya. Dan di Sulawesi Utara, setahu saya sudah tidak ada lagi suku terabaikan. Kayaknya sampai ke pelosok desa terpencil, sudah kenal Injil semua. 
Dasar saya yang 'babo',hehehe... saya pikir yang perlu penginjilan itu negara-negara di Afrika, Amerika Selatan di seberang sungai dan hutan Amazon (hkhkhkhk...), atau negara-negara Timur Tengah.
Ck, padahal negara sendiri saja belommmm >,<...>

Jujur saja, saya belum tahu dengan jelas panggilan hidup saya apa dari Tuhan. Saat ini saya merasa terbeban untuk jadi pengajar dan penulis. Mungkinkah Tuhan ingin saya mengajar tentang Kristus di suku-suku pedalaman?
I don't know, but if it's my calling, i will do it. Baca kisah-kisah Amy Carmichael, Gladys Aylward membuat saya 'semangat' soal 'misi unreached people group'  ini. 

Yang pasti saya mau berdoa buat suku-suku terabaikan di Indonesia, agar mereka bisa kenal Injil dan percaya sama Tuhan Yesus ^^. 

Wow, ada banyak yang Tuhan ajarkan pada saya tentang Cinta Indonesia. 
Mencintai bangsa sendiri, menghargai budaya bangsa sendiri, dan berdoa buat kesejahteraan bangsa Indonesia...
Who knows apa yang akan terjadi kalau kita terus-menerus berdoa buat Indonesia?
Saya percaya, suatu saat nanti Tuhan akan pulihkan bangsa kita.
Amiiinnnnnn,,,

God bless,,

Farha