Senin, 22 April 2013

Everything I do, I do it for You



Saat Teduh pagi ini, aku mengakhirinya dengan doa, dan saat berdoa aku mendengar kata-kata ini,
“ Just do it. Do it for Me.” 
Kata-kata itu terus-menerus terngiang, sampai aku mikir apa maksudnya nih?

Dan aku ingat kalau akhir-akhir ini aku sibuuuukkk banget (lebaaayyy).

Aku terlibat dalam 3 kepanitiaan. Panitia LTPR (latihan tenaga Pembina remaja), panitia ulang tahun jemaat dan panitia 3rd gathering komunitas aku. Dan sejak awal tahun ini, di kantor aku masuk kerja 7.30 dan pulang jam 4. Belum lagi jadwal pelayanan di gereja aku, rasa-rasanya tiap hari ada ibadah.

Dua minggu berturut-turut, pulang kerja, mandi, makan langsung pergi keluar lagi, entah pelayanan, entah ibadah, entah rapat panitia, entah cari dana,dsb dan pulang larut malam.
Dan akhirnya aku jatuh sakit. Ga parah sih, cuma berasa demam, badan pegal, suara hilang dan tenggorokan sakit. Mo dibilang flu, yah maybe, gejala-gejalanya kearah situ sih, meskipun aku merasa ini kayaknya udah kena radang tenggorokan gara-gara virus (klo karena bakteri, biasanya udah panas tinggi) sampai sekarang masih setia minum multivitamin, nambah jam istirahat dan minum air hangat. Ga mau minum antibiotik soalnya penyebabnya bukan karena bakteri, jd ga guna klo minum AB hehehe... adanya nanti malah resisten ^^.

Pagi ini Tuhan ngomong begitu ke aku, “ Just do it. Do it for Me,”. 
Kenapa ya?
Ok, aku  ngaku kalau aku sempat bersungut-sungut sama Tuhan karena beban yang terlalu banyak menurut aku. Aku juga sempat merasa jangan-jangan orang lain bakal berpikir kalo aku ‘maruk’ dalam pelayanan. Gara-gara kesibukan aku, aku jadi jarang ngobrol sama Mama, jarang nge-blog hehehe, pokoknya jarang punya ‘me time’ lagi. Tambahan lagi, sekarang aku sakit.

Akhirnya, aku sadar kalau Tuhan ngomong begitu agar aku ingat kalau semua kesibukan pelayanan yang aku lakukan itu,  untuk Dia.
Kalau Tuhan memberi kepercayaan yang menurut aku begitu banyak, seharusnya aku bersyukur karena Tuhan mempercayakan perkara-perkara-Nya kepadaku.
Dan Tuhan ingin aku melakukannya dengan focus untuk-Nya. Hanya untuk-Nya.

Aku ingat, aku sering bilang ke Tuhan, “ Tuhan, aku ingin belajar mengasihi Engkau lebih sungguh lagi,”
dalam doa-doaku.
Nah, rupanya inilah cara untuk belajar mengasihi Tuhan lebih sungguh.
Melakukan semua pekerjaan yang Tuhan percayakan kepadaku, dengan dasar cinta kepada-Nya.
Tuhan ingin aku belajar untuk melihat semua pelayanan yang aku kerjakan sebagai wujud kasih aku kepada-Nya.

Ketika kita mengasihi seseorang, bukankah kita akan melakukan apapun untuk orang tersebut?
Karena pada dasarnya kita mengasihi orang tersebut, semua yang kita lakukan, yang kita kerjakan hanya untuk menyenangkan atau membahagiakan orang tersebut.

Melakukan pekerjaan Tuhan dalam hidup kita seharusnya didasari dengan rasa cinta kita kepada Tuhan, juga kesadaran bahwa apa yang kita lakukan itu untuk Pribadi yang kita cintai.
Saat aku menyadari hal tersebut, ada sukacita yang mengalir di hati aku.

Aku pikir, balasan yang tepat untuk kata-kata Tuhan tadi adalah :
“ Everything I do, I do it for You,”
Yup, semua yang kita lakukan, yang kita kerjakan seharusnya hanya untuk Dia. Hanya untuk kemuliaan nama-Nya.

God bless,,