Selasa, 17 Juli 2012

Fill Up Your Basket


Tadi malam pas ibadah Pemuda Remaja, Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Ansye, atau yang kami biasa panggil dengan akrab K’ Ansye, even she is married now ^_^

Nah, sesuai dengan MTPJ minggu ini, pembacaan Alkitab terdapat dalam Ulangan 26:1-11. tentang memberikan hasil pertama, atau persembahan buah sulung.

Ulangan 26:1-2
“ Apabila engkau telah masuk ke negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, dan engkau telah mendudukinya dan diam di sana, maka haruslah engkau membawa hasil pertama dari bumi yang telah kaukumpulkan dari tanahmu yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan haruslah engkau menaruhnya dalam bakul, kemudian pergi ke tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam disana.”

Inti dari bacaan Alkitab ini adalah memberikan hasil pertama, kalo dalam terjemahan KJV-nya

And it shall be, when thou art come in unto the land which the LORD thy God giveth thee for an inheritance, and possessest it, and dwellest therein;
That thou shalt take of the first of all the fruit of the earth, which thou shalt bring of thy land that the LORD thy God giveth thee, and shalt put it in a basket, and shalt go unto the place which the LORD thy God shall choose to place his name there

First fruit, buah pertama…

Persembahan itu seringkali identic dengan uang ataupun pemberian dalam bentuk barang, dan memang yang dimaksudkan dalam pembacaan ini adalah hasil pertama dari bumi saat bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan.

Bagi yang sudah bekerja atau punya penghasilan, tentunya sewajarnya kita memberikan persembahan syukur kepada Tuhan, hasil pertama dari penghasilan kita kepada Tuhan.
Tuhan meminta persembahan kepada umat-Nya bukan karena Tuhan ‘butuh’ persembahan kita, Ia adalah Allah yang kaya, seberapa banyak pun persembahan yang kita kasih kepada Tuhan tidak akan sebanding dengan anugerah, kasih karunia yang telah Ia berikan kepada kita.
Hal yang Tuhan ingin lihat dari pemberian persembahan kepada-Nya adalah kesetiaan umat-Nya dan pengorbanan umat-Nya.Dengan memberikan persembahan, kita belajar untuk setia sama perintah Tuhan, berkorban, dan belajar memberi, dan juga membantu pelayanan Tuhan.
Ingat, selalu lebih baik memberi daripada menerima, adalah salah satu prinsip Kristiani.

Nah, jika orang yang sudah punya pekerjaan atau penghasilan memberikan persembahan dalam bentuk uang ataupun barang (hasil bumi, misalnya), bagaimana dengan yang belum bekerja?
Bagaimana dengan adik-adik remaja ataupun pemuda yang masih sekolah dan kuliah, yang masih “menadahkan tangan” sama orangtua? Yang belum punya penghasilan.

Apakah mereka ini luput dari perintah untuk memberi persembahan hasil pertama?
Apakah perintah ini khusus hanya untuk orang-orang yang sudah punya pekerjaan dan menghasilkan uang?

Tentu saja tidak.
Perintah memberikan persembahan hasil pertama ini ditujukan kepada setiap anak-anak Tuhan, baik dia sudah bekerja atau belum, masih sekolah atau sudah jadi pekerja.

Kalo kita belum punya penghasilan untuk diberikan kepada Tuhan, maka apa yang bisa kita berikan kepada Tuhan sebagai hasil pertama?

Mari kita lihat dalam Roma 12: 1

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu, supaya kamumempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 
Persembahan itu bukan Cuma dalam bentuk uang ataupun barang, tapi rasul Paulus mengatakan bahwa persembahan yang Tuhan inginkan adalah tubuh kita!
Tubuh kita dikatakan adalah sebuah persembahan yang hidup, dan harus kudus juga berkenan kepada Allah.
Memberikan tubuh sebagai persembahan bukan berarti kita menjadi korban bakaran,hehe…
Mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Tuhan, artinya kita menyerahkan seluruh aspek kehidupan kita untuk satu tujuan, yaitu MEMULIAKAN TUHAN.
Kita sudah ditebus oleh darah Tuhan Yesus yang dicurahkan di atas kayu salib, kita sudah “ dibeli dengan harga yang mahal, oleh karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu,”
“ Karena bagiku hidup adalah Kristus,…”
Jadi, sudah sewajarnya kita itu mempersembahkan tubuh kita untuk kemuliaan Tuhan, karena hidup kita bukan lagi milik kita, tapi milik Tuhan.
Kalo sesuatu yang adalah milik Tuhan, berarti harus digunakan juga untuk kepentingan Tuhan, dalam hal ini untuk memuliakan nama Tuhan.

Apa itu artinya kita harus terjun ke dunia pelayanan, jadi pendeta, jadi misionaris, full timer servant?

Actually, semua orang Kristen punya kewajiban untuk jadi saksi Kristus dan sebarin Injil ke seluruh dunia, jadi bukan hanya tugas pendeta, misionaris, penginjil yang punya tanggung jawab untuk memberitakan Injil, but all of us as Christian, as Jesus children ^^.

Yang membedakan hanyalah panggilan juga visi dan misi seseorang.
Ada orang yang terpanggil jadi pendeta, penginjil, full timer servant in His church.
Ada pula yang terpanggil untuk jadi guru, pendeta, dokter, arsitek dan sebagainya.
Dan jujur saja, hanya sebagian kecil dari anak-anakNya yang Tuhan panggil untuk melayani di ladang misi. Sebagian besar, menerima panggilan untuk melayani Tuhan di dunia sekuler. Tetapi sekali lagi, panggilan dan visi juga misi itu harus bertujuan untuk memuliakan Tuhan.

Setiap orang diberikan talenta oleh Tuhan. Bakat, kepandaian, bahkan kelebihan-kelebihan yang Tuhan berikan itu adalah salah satu hal yang bisa kita berikan sebagai “Persembahan Hasil Pertama” kita kepada Tuhan.

Jika kita punya bakat menyanyi, bawalah bakul berisi suaramu untuk mempersembahkan puji-pujian kepada Tuhan.
Bermain musik? Pakailah untuk menciptakan musik seindah musik malaikat di sorga, hanya untuk kemuliaan Tuhan.
Kepandaian? Terus asah kemampuan akademismu, jangan malas belajar, gunakan kepandaianmu itu untuk keperluan pelayanan Tuhan Yesus.

Bagaimana dengan yang masuk kategori ‘biasa-biasa’ saja? Tidak ada yang spesial dalam diriku tampaknya…
Don’t lose heart!
Karena kita merasa biasa-biasa saja bukan berarti kita rendah diri dan gak mau dipakai Tuhan.
Ingat! Kita mungkin biasa-biasa saja, tapi Tuhan kita adalah Tuhan yang LUAR BIASA!
Dan di dalam tanganNya, tidak ada kehidupan yang biasa-biasa saja. Ketika kita mau berserah kepada-Nya, membiarkan Dia membentuk kehidupan kita, our life won’t never be same or so common life,, it would be extraordinary and full of miracle life ^^ because His hands and His mercy will  embracing us.
Jika merasa tidak ada yang spesial dalam dirimu, mintalah Tuhan menunjukkan bagian apa dalam dirimu yang ingin Tuhan ambil sebagai persembahan darimu.

Mungkin saja, partisipasi dalam kegiatan-kegiatan gereja, jadi panitia, dsb. Menjadi petugas LCD di gereja, membawa pundi persembahan di ibadah, kerelaan untuk ikut kerja bakti, melayani para lansia, janda dan duda, juga merupakan salah satu ‘persembahan’. Pemberian diri kita dalam tugas-tugas yang tampaknya kecil dan sepele itu, jika kita melakukannya dengan sungguh-sungguh dan penuh sukacita dan hati tulus, hal itu akan menjadi persembahan yang berbau harum di hadapan Tuhan.

Ingat! Jika kita setia dalam perkara kecil, maka Tuhan akan mempercayakan perkara-perkara yang besar kepada kita!
Bukan hanya pelayanan atau pekerjaan di gereja,, sikap kita di rumah maupun di sekolah juga bisa jadi wujud persembahan kita kepada Tuhan.
Di rumah,, kita mau memberi diri dengan sukarela untuk bangun pagi-pagi dan membantu Mama di dapur, membersihkan rumah, melakukan pekerjaan rumah yang nampaknya kecil dan sepele, asal kita sungguh-sungguh, tidak bersungut, malah dengan sukacita, itu akan jadi persembahan yang berkenan kepada Tuhan.

Di sekolah,, ketika kita benar-benar ikut pelajaran, menghormati guru, berketetapan untuk tidak curang saat ujian, berhenti nyalin PR/tugas teman,, mungkin kayaknya sepele dan kecil, tapi mari kita lihat persembahan seorang janda yang miskin,, ia memberikan persembahan yang sangat kecil jumlahnya jika dilihat dari kacamata manusia, tapi dari kacamata Tuhan, ia memberi paling banyak.
Karena apa? karena ia memberikan seluruh harta yang ia punya!
Kalau kita mau berkorban waktu nonton TV demi belajar atau bikin tugas,,ketika kita mau berkorban ego dan keinginan daging kita untuk menyontek dan nyalin tugas/PR teman,, setiap penyangkalan diri yang kita buat untuk menyenangkan hati Tuhan, adalah bentuk persembahan yang dikenan oleh Tuhan.

Bawalah bakul kita, yang berisi talenta, kelebihan, kerelaan hati kita, pengorbanan diri juga penyangkalan diri kita… Sebagai hasil pertama,, sebagai persembahan buah sulung kita, ke hadapan Tuhan.
Tuhan kita menghargai setiap pemberian yang diberikan dengan sukacita, tanpa paksaan dan dengan motivasi tulus serta hati yang bersih.
Belajarlah dari sekarang untuk memberikan persembahan kepada Tuhan.
Isi bakul kita penuh-penuh dengan persembahan terbaik untuk Tuhan Yesus.

God bless,,

Farha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar