Sabtu, 12 Januari 2013

KEPOMPONG





Semua pasti tahu tentang kepompong.
Semua yang pernah duduk di SD dan belajar metamorphosis serangga di mata pelajaran IPA pasti tahu soal kepompong.
Kepompong adalah salah satu siklus hidup dari kupu-kupu. Pertama, ia adalah sebuah telur, menetas menjadi ulat, dan kemudian dibungkus menjadi kepompong lalu ia keluar menjadi kupu-kupu yang indah.
Kenapa aku jadi nulis soal kepompong?
Ini dimulai pas ibadah Minggu tanggal 30 Desember 2012 kemaren.
Aku menghadiri ibadah Minggu, ibadah itu sekaligus dengan ibadah peneguhan K’Reiny sebagai seorang Pendeta.
I was so excited! Gak setiap tahun kita bisa melihat peneguhan seorang Pendeta di gereja, also, K’Reiny adalah seorang hamba Tuhan yang aku hormati dan sayangi ^^.
She is such a lovely, charming and gentle woman who I adore. Jadi aku turut gembira saat mendengar bahwa K’Reiny akan diteguhkan menjadi seorang Pendeta.
Ibadah Peneguhan Pendeta sangat hikmat, dan bikin aku merinding juga pengen nangis.
Ada yang pas K’Reiny nyanyi solo “Ya Yesus Ku Berjanji” aku jadi pengen nangis saking tersentuh dan terharu :').
JUga pas para Pendeta senior menumpangkan tangan sama K’Reiny.
Terus ada juga momen menarik dimana Pendeta dari BPS GMIM memperkenalkan macam-macam stola, perlengkapan pembaptisan, perlengkapan Perjamuan Kudus, mimbar dan jemaat.
Dan saat pelayanan Firman Tuhan yang dipimpin sendiri oleh Pdt. Reiny Komaling-Moniaga, S.Th ^^, she talked about KEPOMPONG.
Pembacaan Alkitab diambil dari Keluaran 13:17-22, dimana bangsa Israel yang baru keluar dari tanah Mesir tidak dituntung Tuhan lewat jalan yang paling dekat, yaitu lewat orang Filistin, tapi mereka harus memutar lewat padang gurun, yang pada akhirnya mereka selama 40 tahun muter-muter padang gurun sebelum akhirnya bangsa Israel sampai ke tanah Kanaan.
Pertanyaannya, kenapa?
Kenapa Tuhan gak menuntun bangsa Israel lewat jalan yang paling pendek, tapi lewat jalan yang sangat panjang dan melelahkan? Perjalanan yang sebenarnya tidak sampai sebulan, akhirnya jadi empat puluh tahun :O.
Dan akhirnya K’Reiny bilang soal kepompong ini. Proses bangsa Israel menuju tanah Kanaan ini kayak proses dari kepompong menjadi kupu-kupu.
AKu jadi kepikiran juga soal kepompong,hehe…
Tuhan menuntun bangsa Israel melewati padang gurun selama 40 tahun bukan karena Tuhan itu jahat, kejam dan pengen bangsa Israel menderita dulu, tapi sebaliknya, Tuhan ingin yang terbaik buat mereka.
Pertama, kalo bangsa Israel itu lewat wilayah orang Filistin, mereka pasti bakal takut berperang, karena orang-orang Filistin itu kuat bahkan keturunan raksasa. Ingat Goliat? Dia itu salah satu keturunan raksasa dari orang Filistin. 
Tuhan bisa saja membuat orang Israel menang melawan orang Filistin, tentu saja, tapi itu akan membuat orang Israel manja, cengeng, dan gak punya iman, dan malah menyombongkan diri.
So, Tuhan memilih rute lain untuk bangsa pilihannya. Rute yang panjang dan berat, tapi akan menghasilkan hasil yang terbaik untuk mereka.
Simply He just love them.
Kedua, Tuhan ingin membuat bangsa Israel benar-benar siap memasuki tanah Perjanjian, dan Tuhan tahu bahwa untuk mempersiapkan bangsa Israel itu butuh waktu.
Dan bukan salah Tuhan kalau waktunya empat puluh tahun,huehehe…
Itu karena kesalahan bangsa Israel sendiri yang keras kepala, suka bersungut-sungut bahkan sering bikin Allah murka karena dosa-dosa mereka,makanya Tuhan membuat mereka muter-muter di padang gurun empat puluh tahun lamanya.
Selama empat puluh tahun di padang gurun, bangsa Israel belajar untuk benar-benar hanya bergantung sama pemeliharaan Tuhan Allah.
Mulai dari penuntun jalan mereka, yaitu tiang awan dan tiang api. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya berjalan di padang gurun tanpa perlindungan tiang awan dan tiang api. Tanpa tiang awan dan tiang api itu orang Israel pasti bakal tersesat dan mati di padang gurun.
Kemudian soal makanan, yaitu manna yang turun dari sorga tiap hari.
Juga perlindungan dari musuh-musuh mereka. Peperangan yang harus orang Israel alami gak sedikit selama perjalanan di padang gurun, apalagi pas mereka nyampe di Kanaan dan harus berperang melawan raja-raja bangsa Kanaan.
Lewat empat puluh tahun juga di padang gurun, Tuhan menguji hati bangsa Israel.
Karena dosa-dosa mereka pada akhirnya semua orang yang keluar dari Mesir,kecuali Yosua dan Kaleb, tidak melihat tanah Perjanjian, termasuk Musa. Keturunan merekalah yang pada akhirnya menjadi orang yang menerima janji itu, masuk ke dalam Tanah Perjanjian.
Dan selama empat puluh tahun di padang gurun, Tuhan mengajarkan bangsa Israel banyak hal. Peraturan-peraturan, hukum-hukum, cara beribadah, tempat beribadah dan perkakas-perkakasnya.
See? Tuhan itu bukan asal-asalan membuat orang Israel mengembara di padang gurun dalam kurun waktu yang begitu lama.
He have a purpose, He have a plan, dan seperti kitab Yesaya bilang “ Rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalan-Ku bukanlah jalanmu,”.
Manusia memang tidak bisa memahami rencana Tuhan.
Pada akhirnya, ketika Tuhan melihat bahwa bangsa Israel telah siap untuk masuk tanah Kanaan, Ia sendiri yang membawa, menuntun dan menyertai bangsa Israel untuk masuk dan menduduki Kanaan.
Janji yang Tuhan berikan kepada Abraham, Ishak dan Yakub digenapi beberapa ratus kemudian.
Actually, aku merasa aku sedang ada di fase tersebut. Yah, banyak pergumulan dan tantangan yang aku hadapi dua tahun terakhir ini dan aku masih belum jelas soal panggilan aku dan many more things.
Aku merasa aku berjalan dalam gua yang gelap dan benar-benar gak tahu mo kemana.
Berulang kali aku bertanya sama Tuhan kenapa aku kok kayak dipermainkan, kayak menderitaa banget, kayak Tuhan ngasih aku pencobaan paling berat (padahal enggak :p), pokoknya ada momen-momen yang aku desperate banget, eh, dan kalo dipikir-pikir en diingat-ingat lagi aku jadi malu, karena yang aku alami itu biasa-biasa saja (aku baru nyadar) dan betapa tingkah aku lebaaaayyyy banget ,huehehehe…
Tapi lewat perenungan Firman Tuhan hari Minggu itu, Tuhan secara clearly (weitsss, hehehe) bilang ke aku, kalo aku ini sedang dalam fase kepompong.
KEPOMPONG!
Tuhan, kepompong itu jelek, gendut, jijik, aahhh pokoknya gak banget,deh!
Aku protes.
Tapi kupu-kupu gak akan jadi cantik kalo gak jadi kepompong dulu, Sweetheart… Tuhan berkata.
And I just smiled to Him also nodded.
Yes, He’s right.
Kupu-kupu adalah binatang yang istimewa menurut aku. Karena siklus hidupnya yang tidak biasa.
Kupu-kupu mengalami proses yang namanya metamorphosis. Setahu aku sih, hanya dua binatang yang mengalami metamorphosis, kupu-kupu dan katak.
Ada fase-fase yang harus dilewati oleh kupu-kupu sebelum ia jadi kupu-kupu dewasa.
Telur, menetas jadi Ulat, kemudian dibungkus jadi Kepompong, lalu jadi Kupu-kupu.
Yah, semuanya juga sudah pada tahu kan?
Kalo proses yang paling lama, paling berat adalah fase kepompong.
Saat ulat jadi kepompong, ia harus mengorbankan kebebasan dirinya.
Saat ia dibungkus jadi kepompong, ia gak bakal bisa bergerak kemana-mana lagi, ia harus diam, stay disitu sampai saatnya tiba ia keluar jadi kupu-kupu.
Saat ia dibungkus jadi kepompong, ia gak bakal bisa liat dunia luar. Di dalam kepompong itu pasti gelap.
Saat ia dibungkus jadi kepompong, ia harus bergantung hanya pada zat-zat makanan yang ada dalam kepompong itu.
Saat jadi kepompong, ia jadi mahluk yang lemah, mahluk yang rentan di dalam kepompong itu, dan kepompong itu jadi satu-satunya tempat yang aman buat dia.
Saat ia dibungkus jadi kepompong, ia harus menunggu. Sendirian, Gelap. Juga kesakitan. Karena dalam kepompong itu, tubuhnya mengalami perubahan-perubahan secara perlahan.
Jadi kepompong itu gak enak. Jadi kepompong itu sakit. Jadi kepompong itu menderita.
Sama seperti yang aku alami. Banyak saat-saat yang gak mengenakkan yang harus aku hadapi, kekecewaan, penolakan, dan sebagainya.
Aku benar-benar diuji sama Tuhan setahun belakangan ini dalam banyak hal. Di tempat kerja, di rumah bahkan di pelayanan.
Belum lagi harapan-harapan yang… kelihatannya ‘dihancurkan’ sama Tuhan.
Dan mungkin hal yang paling gak mengenakkan dari fase ‘kepompong’ ini adalah… aku nggak tahu kapan fase ini akan selesai.
Yang pasti, aku tahu kalo fase ini akan selesai ketika aku benar-benar udah cantik di mata Tuhan.
Ketika Tuhan melihat bahwa aku sudah siap untuk menerima janji-janji Tuhan.
Ketika Tuhan melihat kalau aku sudah siap ‘terbang’, dalam arti aku sudah siap untuk terjun dalam panggilan aku dari Tuhan.
Kupu-kupu kan diciptakan untuk terbang ya kan? Ia dilengkapi dengan sayap yang indah, untuk terbang.
So, aku bersyukur kalau sekarang aku ada di fase kepompong ini.
Walaupun gak enak, menderita, sakit, dan gak tahu kapan akan berakhir, tapi yang pasti Tuhan gak pernah ninggalin aku sedetik pun di fase ini.
Lagipula, aku belajar bahwa tanpa fase kepompong ini, aku akan selamanya jadi ulat.
Ulat itu mahluk lemah, diinjak dikit pasti mati. It means, aku nggak bisa menghadapi tantangan hidup.
Ulat itu hama perusak. Makanannya daun-daunan. Yang pasti kalau aku jadi ‘ulat’, aku bukannya jadi berkat tapi jadi batu sandungan buat orang lain, dan aku nggak mau itu.
Ulat itu gak menarik, huehehehe… Ulat gak bakal dilihat dua kali sama orang, ulat juga dijauhi sama orang.
Yang pasti, Tuhan gak pernah punya rencana buat anak-anak-Nya hidup sama seperti ulat.
Tuhan gak pernah kasih rancangan masa depan yang buruk buat anak-anak-Nya.
So, here I am. Aku sedang dalam fase kepompong.
Fase akhir dari persiapan menjadi kupu-kupu.
Fase dimana aku akan mempersiapkan diriku untuk punya sayap. Sayap indah yang nanti akan kugunakan untuk terbang saat aku keluar dari fase kepompong ini.
Aku benar-benar menantikan saatnya aku keluar dari kepompong ini.
Tapi aku juga tahu bahwa hidup dalam kepompong ini pun adalah hal terbaik yang aku alami sekarang.
Karena Tuhan sedang mempersiapkan diri aku untuk menerima janji-Nya.
Karena Tuhan sedang mempersiapkan diri aku menjadi wanita yang cantik dan berkenan di mata-Nya.
Karena Tuhan sedang membuat aku bertumbuh dalam iman, kasih dan pengenalan akan diri-nya.
Dan karena Tuhan pun…menanti-nantikan saatnya ketika aku siap, keluar dari kepompong ini dan menjadi kupu-kupu.
Ah, how I love You, Father!
Dari tulisan ini, mungkin aku akan menulis lagi tulisan soal fase kepompong ini. Yup, soalnya aku punya feeling kalau tahun ini akan makin gencar lagi tantangannya. Kemaren-kemaren, pas semakin dekat ke akhir tahun, Tuhan semakin clearly dan sering bilang hal itu ke aku lewat firman-Nya.
Please pray for me, and encouraging me in this phase.
God bless,,
Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu SEKETIKA harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu – yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.”I Petrus 1:6,7

PS : Aku men-caps lock kata SEKETIKA, karena aku percaya bahwa setiap tantangan, pergumulan, pencobaan yang anak Tuhan harus hadapi hanyalah SEKETIKA waktunya. Artinya hanya sementara, tidak selamanya. Tuhan selalu menolong kita melewati itu semua. Dan aku percaya, Tuhan selalu menulis cerita BEST HAPPY ENDING! Lagipula, penderitaan yang kita alami itu hanya SEKETIKA…jika kita bandingkan dengan betapa lamanya HIDUP KEKAL yang akan kita terima nantinya di sorga.
Welcome 2013!!!!

2 komentar:

  1. Waw~ thx for sharing this :) hehehe~ menurutku sih, *menurutku loh* kita akan selalu berada dalam sebuah fase kepompong dari waktu ke waktu :) karena Tuhan pasti senantiasa memproses kita dari hal satu ke hal lain :) akan selalu ada 'kempompong' dalam diri kita sebagai ruang diaman Tuhan mempersiapkan kita untuk hal yang lebih besar lagi :) heheh~

    anyways, thx for sharing :D kita lagi sama2 dalam kepompong nih XD hahaha~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama K'Anita... Hmm, benar juga yg K'Anita bilang... Akan selalu ada masa-masa ketika kita dimasukkan dalam fase kepompong sama Tuhan Yesus.
      Mari berjuang dalam fase ini, Kak.. ^^

      Hapus