Kamis, 04 Oktober 2012

Semua Baik

Dari semula, t'lah Kau tetapkan 
Hidupku dalam tangan-Mu 
Dalam rencana-Mu, Tuhan
Rencana Indah, t'lah Kau siapkan 
Bagi masa depanku yang penuh harapan
S'mua baik, s'mua baik
Apa yang t'lah Kau perbuat di dalam hidupku
S'mua baik, sungguh teramat baik
Kau jadikan hidupku
Berarti...



Jika saya merenungkan semua kebaikan Tuhan buat saya, dan betapa tidak pantasnya saya menerima semua itu, saya pasti nangis sesenggukan... 

Saya ingat saya sering  bertanya kepada Tuhan, 
" Kenapa saya harus mengalami ini, Tuhan?"

Saya sering mengalami sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan saya.
Dan sering mengeluh, sering komplain ke Tuhan dan menyalahkan Tuhan.
Apa karena saya kurang  baik?
Apa karena kadar kasih sayang-Nya kepada saya lebih rendah dari orang lain?

Dua tahun yang lalu, 
saya mengalami masa yang bikin saya 'down', saya merasa gagal, saya merasa saya ditakdirkan untuk menjalani kehidupan yang suram.

I can't tell you how many nights I spent with tears...
And consumed with self-pity...

Tapi, justru di masa-masa itu, saya merasakan kasih sayang-Nya yang luar biasa pada saya.
Dan akhirnya, saya menyadari kesalahan besar yang saya buat selama ini.

Saya menghendaki hidup yang sesuai dengan keinginan saya, bukan keinginan Tuhan.
Sebagai orang yang sudah ditebus, hidup saya bukan lagi milik saya sendiri, tapi milik Penebus saya, yaitu Tuhan Yesus.

Pada akhirnya, saya tahu bahwa saya harus menyerahkan seluruh bagian kehidupan saya, termasuk masa depan saya, pada Tuhan Yesus.

Hal itu tidak mudah. Saya masih jatuh bangun dalam hal ini. Tapi Tuhan Yesus itu setia.
Ia tidak akan membiarkan anak-anak-Nya jatuh tergeletak, ia akan mengangkat, menyembuhkan luka kita dan menuntun kita melalui perjalanan kehidupan bersama-Nya.

Setelah dua tahun, saya pun mulai mengerti bahwa apapun yang Ia rancangkan dalam hidup saya itu baik. Bahkan, sungguh baik.
Jika saya melihat kehidupan saya sekarang ini, saya bisa tersenyum, karena saya melakukan hal yang tepat.
Saya menyerahkan seluruh kehidupan saya ke dalam tangan-Nya.

Saya telah meletakkan pena saya, dan menyerahkannya pada Tuhan, dan membiarkan Ia menulis kisah hidup saya. 

Saya percaya bahwa rancangan-Nya jauh lebih baik, jauh lebih indah daripada rancangan saya.

Saya belajar meletakkan seluruh keinginan saya di bawah kaki salib-Nya.
Saya belajar bahwa ketika saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan, itu berarti Tuhan menyediakan hal yang jauh lebih baik untuk saya.
Saya belajar bahwa Ia ingin saya mengenal-Nya lebih dekat, lebih dalam sepanjang usia saya.
Ia mengasihi saya, dengan kasih yang kekal dan Ia tidak pernah berdusta akan janji-Nya.
Saya belajar untuk menaruh nama-Nya di urutan pertama dalam hati saya...

Tuhan Yesus itu baik, sungguh, selama-lamanya Ia baik....





Tidak ada komentar:

Posting Komentar