I Korintus 13: 8a
“ Kasih tidak berkesudahan…”

Pernah gak sih kita merasa kesal, marah, sebal, sakit hati, kecewa sama orang yang kita kenal?
Rata-rata pernah,pasti. Bahkan ada yang sering.
Ada saat-saat dimana orang-orang di sekitar kita itu ‘berubah’ jadi orang yang nyebelin, yang ngeselin, yang bikin sakit hati, bikin kecewa, bikin hati mangkel, bikin naik darah.
Ataupun, orang yang tidak kita kenal.
Sopir angkot/bus yang lelet padahal kita udah mau telat, orang yang merokok dalam bus/angkot, ibu-ibu yang cerewet dan tukang complain, anak-anak ABG yang cerewet dan cekikikan gak jelas.
Pernah gak sih, kita merasa begitu marah, kesal, sakit hati, sampai-sampai kita tidak mau ‘mengasihi’ orang tersebut?
Karena, pikir kita, orang tersebut ‘gak pantas dikasihi’ saat ini. Dia sering bikin saya kesal, marah, sakit hati… >,

Baru-baru ini, saya mengalaminya…malah, sejujurnya, sering, hehehe…
Sering mengalami perasaan “ Gak ingin mengasihi”.
Belum lama ini, saya sms-an dengan salah satu teman saya, dan saya dibuat kesal sama kata-katanya yang menurut saya “sungguh tidak berperasaan”. Terus, setelah itu, ada telepon dari salah satu teman komisi remaja, yang bilang salah satu anak peserta koor mengundurkan diri dari lomba, padahal lombanya tinggal 2 minggu lagiiiii >,<. kemudian ada panitia-panitia yang nggak pernah muncul-muncul  even  balas  sms  saja  sekali padahal lain  sudah  berusaha keras sedemikian rupa keluarin  tenaga  korbanin waktu  uang kasarnya tinggal 'darah' aja "belum  tercurah " abis  itu orang  gak  nepatin janjinya ke saya plus masih bohong
Otthokaeeeee?!!!!
Semuanya itu tumplek di kepala saya dan saya merasa SEBAALLL tingkat dewa (lagi-lagi, lebayyy) sama semuanya. Saya lagi “gak ingin mengasihi” orang-orang tersebut. Wajah saya ditekuk tiga belas, kayak panekuk,kkkkk….
Tapi, Tuhan tiba-tiba negur saya saat itu juga,
“ Hei, mengasihi itu perintah Aku,lho, Farha. Gak pake nawar-nawar, dan gak pake batasan waktu. Unlimited! Mengasihi itu setiap saat, Farha,”
Langsung teringat ayat hafalan saya bulan ini >> LOVE, Kasih
Yohanes 13:34
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi. Sama seperti Aku mengasihi kamu, demikian juga kamu harus saling mengasihi

I Yohanes 4:21
Dan perintah ini kita terima dari Dia : Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.
Kemudian, ingat I Korintus 13: 4-8
Kasih itu sabar…. (ay.4)
Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain (ay. 5)
Sabar menanggung segala sesuatu (ay. 7)
Kasih tidak berkesudahan (ay.8)

Berasa maluuuu sekali lah saya…
Dari ayat-ayat itu, saya diingatkan bahwa Tuhan Yesus MEMERINTAHKAN kita senantiasa mengasihi. Rasul Paulus dan Yohanes dalam surat-surat mereka juga demikian.
PERINTAH… Kalo yang namanya perintah berarti harus submit and obey.
For me, it means… Mengasihi itu tidak kenal waktu. Setiap saat, setiap waktu, sama siapapun, kita harus tetap mengasihi.
Even orang itu bikin kita kesal, marah, sakit hati, kecewa, we still have to LOVE them.
Contoh yang paling baik itu adalah Tuhan Yesus sendiri. Tuhan mengasihi kita, umat manusia walau kita ini “gak pantas dikasihi” sebenarnya. Kita ini anak-anak yang bandel, sering membuat Tuhan marah, sedih, kecewa, juga sering melarikan diri dari Tuhan, juga gak sedikit yang mengkhianati Tuhan, tapi Dia tetap mengasihi kita.
Buktinya?
Arahkan pandangan kita ke salib di atas bukit Golgota. Sebesar itulah Tuhan mengasihi kita. Sebesar nyawanya, sebanyak jumlah tetesan darah-Nya yang dicurahkan untuk menyucikan dosa-dosa kita, seperih tusukan mahkota duri di kepala-Nya juga paku-paku di tangan dan kaki-Nya.
Nah,
Saya coba membayangkan bagaimana sikap Tuhan kalau anak-anak-Nya berdosa, dan teringat ayat ini

Yesaya 43: 4
“ Oleh karena engkau berharga di mata-Ku, dan mulia, dan Aku ini MENGASIHI engkau,”
Yeremia 31:3
“ Aku MENGASIHI engkau dengan kasih yang kekal,…”
Once again, ternyata LOVE NEVER ENDS… Kasih tidak berkesudahan.

Ternyata Tuhan akan tetap mengasihi manusia, karena umat manusia di mata Tuhan itu berharga dan mulia, dan kasih-Nya kepada manusia itu KEKAL… Abadi… Tidak berkesudahan.. Selama-lamanya.
Kalau Tuhan Yesus, mengasihi manusia sedemikian besarnya, saya seharusnya juga melakukan yang demikian.
Hmm, mengasihi orang yang menyakiti kita bukan perkara mudah,memang. Tapi kalau kita mau tunduk, sama taat dan bersikap merendahkan diri di hadapan Tuhan, Tuhan akan membentuk hati kita, sehingga kita bisa mengasihi orang lain sama seperti Ia mengasihi manusia.

Setelah ditegur oleh Tuhan, saya jadi berpikir, apa yang harus saya lakukan untuk mengasihi orang yang membuat saya  kesal, marah, sakit hati, kecewa, dsb.
  1. Mengampuni.
            Kasih itu mengampuni. Kita harus mengampuni orang yang melakukan hal-hal tidak menyenangkan pada kita. Menurut rasul Paulus, kasih “ tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain” ( I Korintus 13:5). Tuhan Yesus saja mengampuni kesalahan kita, masa kita umat-Nya tidak mau mengampuni?

 2. Berdoa
            Yah, kita memang marah, kesal, sebal, naik darah, dan kita sering terpancing untuk marah-marah, ngomel-ngomel, bahkan berkata kasar. Emosi kita naik, dan iblis mencari celah untuk membuat kita jatuh! Hmm, bagaimana kalau ‘energi” untuk marah, ngomel itu kita gunakan untuk berdoa? Berdoa kepada Tuhan, curhat sama Tuhan tentang apa yang kita rasakan.
            Tuhan mendengar,kok… bahkan Ia jauh lebih tahu apa yang kita rasakan dari pada kita sendiri ^^.  Berdoa membuat kita lebih dekat sama Tuhan, dan jauh dari si jahat. Berdoa membuat kita lebih peka mendengar suara Tuhan, dan kita tidak jatuh dalam perangkap dosa si jahat. Usahakanlah agar kita tetap tenang, sehingga kita bisa berdoa dengan benar, dan mendengar suara-Nya dengan jelas.
            Dan bukan hanya berdoa untuk diri kita saja, tapi juga orang/pihak yang menyakiti hati kita. Berdoalah untuk pengampunan Tuhan bagi mereka, dan agar Tuhan mau mengubah hati mereka juga.

3. Tegurlah dalam kasih
            Ini sebenarnya, saya sendiri sulit melakukannya. Menegur orang yang berbuat kesalahan/dosa. Tapi, rasul Paulus dalam suratnya kepada Timotius berkata,

“ Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian” ( I Tim.5:1,2)

            Jika memang orang tersebut perlu ditegur, tegurlah orang tersebut dalam kasih, minta hikmat dari Allah, bagaimana kita harus berkata-kata kepada mereka. Tegurlah mereka sebagai seorang keluarga, dan jangan menghakimi, dan lakukanlah itu dengan dasar kasih. Kita menegur karena kita mengasihi mereka.


Kalimat ini terus terang saja terngiang-ngiang dalam pikiran saya,
“ Kasih tidak berkesudahan..”
Nubuat akan berakhir dan bahasa roh akan berhenti, juga pengetahuan akan lenyap, tapi kasih tidak akan pernah habis. Bahkan diantara iman dan pengharapan, kasihlah yang terbesar.

Hmm, kasih tidak berkesudahan, kira-kira kenapa ya?
Dan saya ingat ayat hafalan saya yang lain,
 I Yohanes 4: 8b
“ sebab Allah adalah kasih”
Allah kita adalah Allah yang kekal, jika Allah adalah kasih, maka kasih juga kekal. Tidak berkesudahan. Sama seperti lingkaran, yang tidak punya akhir, demikian jugalah kasih. Tidak pernah ada akhir, tidak pernah putus, tidak pernah berkesudahan.

Ratapan 3:22
“ Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya,”

Betapa ajaib dan hebatnya Tuhan kita! *peluk Tuhan Yesus* hehehehe….
Dan saya jadi ingat salah satu quote…
“ Always AND, never END,”
Kyaaa… memang kasih Tuhan itu selalu ada AND,AND, AND terus, gak pernah ada END-nya… Gak pernah ada habisnya!
*masih peluk Tuhan Yesus* hehehehe….

Akhirnya,, I really want to say thanks buat Mbak Dhieta dan Mbak Mega yang sudah bikin nih project hafalin ayat soal kasih di bulan Agustus ini…
Saya belajar,banyak,banyak sekali… dan ini baru hari ke-9,lho ^^
Saya melihat dan merasakan sendiri tuntunan tangan Tuhan saat saya mau mencari wajah dan kehendak-Nya melalui menghafal ayat Firman Tuhan.

Buat yang lain juga, yang ikut dan mau ikut program ini… SEMANGAT!!!!!
Karena menghafal Firman Tuhan (jg merenungkannya, tentu saja),
bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakukan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. ( 2 Tim.3:16)

Tuhan melihat hati kita, yang haus akan kebenaran-Nya, yang rindu makin mengenal-Nya, yang begitu ingin mengetahui kehendak-Nya dan Ia dengan senang hati akan menolong kita.  Saya percaya itu!

Dan meng-AMIN-kannya…

God bless,,

Farha

</.>
 ·  ·  · Share · Delete